top of page


A Barbaric Proposal SS 35 - 44 Tamat
[Fermos] “Aduh! Aduh!”
Fermos benar-benar tertangkap basah.
Fakta bahwa Dief tidak ada di sana berarti dia berada di tempat lain. Tempat lain itu adalah kantor Fermos yang saat ini kosong.
Di sanalah tergeletak begitu saja di atas meja, surat yang baru tiba hari ini—surat yang menyebutkan perburuan kelinci.
[Fermos] “Oh, Putri! Anda sungguh kejam!”
Fermos berteriak kepada Randall.
[Fermos] “Tunggu apa lagi! Cepat pergi dan amankan suratnya!”
[Randall] “Aduh, ya, ya!”
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 34
Mencari tahu rahasia secara langsung akan terlalu membuang tenaga. Terlebih lagi, jika lawan yang dihadapi adalah Randall dan Fermos, itu hampir mustahil dilakukan.
Jadi, Shellan mencari siasat lain, yaitu menggunakan orang yang tepat.
[Ashker] “Hmm... Dari mana Anda mendengarnya, Putri?”
Upayanya tidak mudah, bukan karena para ksatria cukup cerdik untuk memahami muslihat Shellan, melainkan karena mereka menjunjung tinggi loyalitas yang teguh sebagai prinsip
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 33
[Flambard] “Shellan! Anda dari mana saja!”
[Pelayan] “Ya, Putri! Tahukah Anda betapa cemasnya kami semua? Anda ada di mana dan melakukan apa? Sampai-sampai melupakan waktu camilan!”
Ketika Shellan kembali ke ruang belajar setelah meletakkan kembali teleskop ke tempatnya semula, dia disambut oleh keributan.
Dia hanya meninggalkan ruang istirahat sekitar satu jam. Selama waktu itu, Dief terlihat berkeringat dengan wajah memerah karena lelah mencarinya,
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 32
[Dief] “Aku sudah selesai, Shellan.”
Dief yang baru kembali ke ruang istirahat di samping ruang belajar, berkata dengan suara pelan dan nyaris tak terdengar.
[Shellan] “Apa maksudmu ‘sudah selesai’?”
[Dief] “Kita tidak perlu pergi ke Kastil Bellisa.”
[Shellan] “Apa katamu?”
Shellan ternganga mendengar pernyataan Dief yang terdengar pasrah.
Kenyataannya, peran Dief sangat besar dalam membuat Shellan bersikap nekat. Dief sosok yang selalu bersama Shellan;
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 31
Sesuai dugaan, anak-anak tidak tinggal diam.
[Randall] “Astaga, hendak ke mana, Putri?”
Randall-lah yang kali ini memergoki anak-anak yang berusaha keluar dari Kastil. Sebenarnya, lebih tepat disebut dia sedang berpatroli.
Sudah jelas bahwa anak-anak akan mencari cara untuk pergi ke Kastil Bellisa.
Putri Shellan sangat mirip dengan Black, dari penampilan hingga kepribadian, termasuk sifatnya yang nekat dan tak terkendali saat marah.
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 30
Untuk sesekali, pagi itu terasa sempurna.
Udara pantai yang berbeda mengalir masuk dengan tenang melalui celah jendela yang Liene buka sedikit karena dia merasa panas semalam.
Bayangan yang tercipta dari tirai musim panas yang melambai tampak menari dengan lembut. Suara deburan ombak dari kejauhan berpadu merdu.
Sungguh omong kosong jika Black mengatakan tak akan pernah menyukai laut dalam hidupnya. Laut tempat yang paling sempurna.
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 29
Awalnya, dia mengira itu hanyalah mimpi.
Karena mimpi, dia mengira Black bisa bersikap setenang itu, masuk ke kamar melalui jendela tanpa suara, seperti pencuri yang terampil.
[Black] “Tolong diam. Jangan sampai anak-anak bangun.”
Black menjawab hanya dengan gerakan bibir tanpa mengeluarkan suara.
Liene mengangguk kebingungan. Black mengulurkan tangan.
[Black] “Kalau begitu, ayo kita keluar.”
Liene tidak segera menyambut tangannya. Dia hanya berkedip dan
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 28
[Liene] “Kalian berdua, apakah kalian benar-benar harus bersikap seperti ini?”
[Shellan] “Ya.”
[Dief] “Kami tidak punya pilihan.”
Dief, yang menyembunyikan wajahnya di balik ujung rok Liene, mengeluarkan suara sengau karena hidungnya mampet.
Alasan Liene tidak bisa memarahi anak-anak sama seperti sebelumnya, karena mereka datang ke kamarnya secara tiba-tiba dan air mata kembali menggenang di mata mereka.
Mengapa mereka begitu sedih?
Bagi Liene, kejadian in
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 27
[Dieren] “Tolong, bisakah kau memikirkannya lagi? Kita ini bersaudara, ‘kan?”
Dieren nyaris terseret, lengannya dicekal, tetapi dia tidak bisa melepaskan sisa harapannya dan rengekan memohonnya.
[Black] “Diam dan pergilah.”
Black hanya memegang lengan Dieren.
Setiap kali melangkah, dia mendorong Dieren menggunakan gerakan paha dan lututnya—sebuah teknik tingkat tinggi yang membuat tindakan Black nyaris tak terlihat.
Di mata orang lain, mereka terlihat seperti sepasang
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 26
[Dief] “Aku lapar, tapi sulit menelan makanannya. Leherku sakit.”
Dief berbicara dengan suara yang parau. Gara-gara menangis terlalu banyak, sayangnya suaranya menjadi serak.
[Shellan] “Karena kau mencoba makan makanan padat dulu. Makan sup ini.”
[Dief] “Oh, ya?”
Meskipun suara Shellan juga serak, kondisinya lebih baik daripada Dief.
Selain itu, karena sup wortel hari itu terasa sangat lezat, Shellan dengan rajin memakannya. Rasa sakit pada tenggorokannya pun su
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 25
Untungnya, saat itu sudah waktunya makan untuk anak-anak.
Liene berhasil membujuk anak-anak yang sudah keroncongan dengan pai krim, lalu menyerahkan mereka ke tangan para pengasuh.
Dia segera mencari Dieren Alito.
[Black] “Kita jalan pelan-pelan saja.”
Black menyusul saat Liene berjalan sambil memegang ujung roknya dan terlihat kesal.
Liene menoleh, menatap wajah Black.
[Liene] “Kau di mana tadi?”
[Black] “Aku tetap di tempat yang sama.”
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 24
[Dieren] "Dasar bodoh! Apa yang kau lakukan?"
Dieren marah pada anaknya yang kakinya sedang terluka.
Dia menunjuk lantai dengan penuh amarah. Di lantai, bunga-bunga yang dipetik oleh Pangeran Dief berserakan dalam keadaan setengah layu.
Dia datang sebelum seseorang sempat membersihkan bunga-bunga yang dilempar Seira karena kesal.
[Seira] "Itu... Aku marah... Aku minta maaf..."
Wajah Seira yang tadi memerah karena amarah, kini menjadi pucat.
Dalam empat
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 23
[Klima] "Hmm...... Dia melakukan perbuatan yang sangat, sangat jahat."
Meskipun Klima dengan patuh menjawab, dia sadar bahwa menceritakan secara detail tentang Blini Vasheyd kepada anak-anak bukan ide bagus.
[Shellan] "Perbuatan jahat seperti apa?"
Seperti yang dia duga, anak-anak menunjukkan rasa ingin tahu dengan mata berbinar. Shellan sering menunjukkannya, tapi kali ini Dief pun juga sama.
Ini agak berbahaya.
[Klima] "Semua perbuatan jahat di dunia ini
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 22
[Seira] "Apa kau sedang merendahkan statusku?"
Ekspresi Putri Seira tiba-tiba menjadi dingin. Dief terkejut melihat perubahan ekspresinya dan mengangkat bahu.
Wajah yang membuat Dief tanpa sadar mengucapkan kata cantik saat pertama kali melihatnya, entah kenapa sekarang wajahnya terlihat menakutkan.
[Shellan] "Tentu saja tidak. Aku hanya ingin tahu."
Tapi jika berbicara tentang menakutkan, Shellan juga tidak kalah menakutkan. Faktanya, Dief terkadang berpikir Shellan lebih me
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 21
[Dieren] "Apa...?! Ah, bukan! Sungguh, itu tidak benar!"
Dieren melompat.
[Dieren] "Seira anehnya memang mirip saudariku, tapi dia benar-benar putri kandungku! Tidak ada anak yang ditinggalkan saudariku! Tidak ada! Ukh!"
Karena suaranya terlalu berisik, Black menarik kerah baju Dieren.
[Black] "Kecilkan suaramu. Beri aku alasan mengapa aku harus percaya perkataanmu."
[Dieren] "Aku bersumpah demi Tuhan! Dia benar-benar putriku!"
[Black] "......"
Black menatap Dieren yang pucat
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 20
[Flambard] "Pangeran baru berusia delapan tahun, Yang Mulia."
Nyonya Flambard menatap Liene, seolah ada kesalahan pada sari apel yang baru saja dia minum
[Liene] "Aku tahu. Tapi anak delapan tahun bisa melakukan banyak hal, kan? Pada usia itu kau bisa bergabung dengan kelompok tentara bayaran."
Tidak, tidak benar. Black masuk ke kelompok tentara bayaran saat dia berusia empat belas tahun.
[Flambard] "Tidak mungkin. Kelompok tentara bayaran gila mana yang mau menerima anak del
7 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 19
[Dief] "Aku masih belum mengerti, Shellan."
Dia berbisik, wajahnya berseri-seri karena kegembiraan.
[Dief] "Bagaimana kau bisa tahu? Aku cuma bertukar tempat duduk, tapi kenapa Ayah dan Ibu membatalkan liburan?"
[Shellan] "Psikologi manusia terlalu rumit dan mendalam untuk bisa dipahami oleh anak delapan tahun biasa."
[Dief] "Hmm... Kadang-kadang, aku benar-benar tidak tahu apa yang kau bicarakan, Shellan."
[Shellan] "Bagus. Artinya kau tidak perlu tahu. Kau hanya perlu mengi
7 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 18
[Liene] "Tidak! Jangan!"
Liene berseru panik.
[Black] "……Tidak boleh?"
Terdengar jawaban yang rendah seperti bisikan.
[Liene] "Ya, sekarang aku agak…… tidak nyaman."
[Black] "Apa yang tidak nyaman?"
Maksud Liene adalah dirinya tidak nyaman untuk menghadapi Black saat ini.
[Black] "Perasaanmu?"
[Liene] "Bukan, itu......"
Liene menggelengkan kepalanya yang basah.
[Liene] "Aku minta maaf karena melanggar janji. Tapi hari ini aku benar-benar tidak bisa."
[Black] "Liene."
Tuk
7 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 17
Tidak mungkin.
Tangan kecil Shellan menggenggam garpu. Dekorasi garpu meninggalkan bekas merah yang menekan telapak tangannya, tetapi Shellan tidak menyadarinya.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Jelas, beberapa saat yang lalu, suasana di antara Ibu dan Ayah berbeda dari biasanya. Ibu berusaha tidak menatap mata Ayah, dan Ayah sebaliknya, menatap Ibu tanpa berkedip.
Berarti masalahnya ada pada Ayah.
Untuk mengetahui hal itu, tidak perlu sepintar dirinya. Siapa pun dengan sedikit pe
7 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 16
[Liene] "Ah, waktunya pas sekali."
Sesuai ucapan Liene, kereta kuda Alito kebetulan sedang memasuki halaman utama kastil. Mereka tidak terlambat.
Black merasa sangat tidak senang.
Padahal, tidak perlu repot-repot menyambutnya.
Black juga tahu bahwa sengaja mengulur waktu adalah tindakan yang tiada ada artinya.
Liene yang ramah tidak suka mendiskriminasi orang, dan dia akan selalu bersikap sopan sebagai anggota keluarga kerajaan, siapa pun tamunya.
Tidak perlu melakukan tind
7 Des 2025
bottom of page