top of page


Bastian Chapter 150
Sebuah mobil berhenti mendadak dengan derit ban tajam di depan rumah sakit. Belum sempat kendaraan berhenti sempurna, Bastian sudah melesat keluar.
Lovis sudah bersiap menyambutnya. Seragam kepala pelayan yang biasanya kaku tanpa cela kini tampak kusut masai dan bersimbah noda darah.
"Mohon maaf, Tuan, ini salah saya, saya telah lalai..."
"Di mana istriku?" gertak Bastian dengan wajah pias.
Kabar darurat menerpanya di tengah perayaan tahun baru di markas Angkatan Laut. Prajur
2 Jun


Bastian Chapter 149
"Silakan pilih dengan santai, Nyonya. Begitu Anda sudah menentukan pilihan, mereka akan kembali menghubungi kediaman Ardenne."
Usai menyampaikan laporan, Lovis memberi isyarat, dan para pelayan yang menunggu di koridor segera melangkah mendekat. Mereka membawa tumpukan brosur yang luar biasa banyak, memamerkan beraneka rupa barang, mulai dari furnitur dan dekorasi mode terbaru, hingga perabot rumah tangga. Isinya begitu melimpah, bahkan cukup untuk mengisi seisi mansion.
Odet
2 Jun


Bastian Chapter 148
Odette sempat berniat mendorong pria itu menjauh. Terusik dari tidur nyenyak oleh hadirnya tamu tak diundang, sementara buah hatinya masih terlelap tenang di dalam kandungan, sama sekali bukan pengalaman yang menyenangkan.
Mengapa?
Berani-beraninya kau menyentuhnya?
Odette didera gusar mendapati Bastian begitu lancang menyentuhnya tanpa izin, hingga secara impulsif dia mencengkeram tangan sang suami. Sebagai seorang ibu, dia bersumpah tidak akan membiarkan anaknya kelak belaj
2 Jun


Bastian Chapter 147
Malam yang sungguh aneh, batin Odette.
Dia menatap meja makan sederhana yang ditata di dalam kamar serta hidangan yang tersaji di hadapannya. Kue-kue penuh warna yang mengelilingi semangkuk sup untuk orang sakit tampak begitu kontras, membuatnya merasa seolah terjebak dalam mimpi yang teramat nyata.
Begitu para pelayan melangkah pergi, kesunyian segera menyergap seisi ruangan, pekat bagai jubah malam musim dingin. Odette mengais makanannya tanpa selera, merasa seolah tengah d
2 Jun


Bastian Chapter 146
Saat Odette selesai membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi, para pelayan sudah beres merapikan kamar. Seprai ranjang telah diganti baru, namun pasien yang seharusnya berbaring di sana sama sekali tak kelihatan batang hidungnya. Dasar pria keras kepala; Bastian mengabaikan begitu saja nasihat dokter agar beristirahat total.
Tatapan Odette kemudian terpaku pada meja. Setangkai buket bunga Iris tergeletak di sana, bersanding manis dengan sebuah kotak beledu.
"Ini kado ula
2 Jun


Bastian Chapter 145
Sepasang mata birunya berjuang untuk fokus. Meski menatap ke arah Odette, sorot mata itu tampak berkabut, seolah sedang menerawang jauh ke dalam kenangan.
Perlahan, manik biru itu menjernih dan memusat. Odette masih menempelkan telapak tangan di dada sang suami, merasakan detak jantungnya yang berirama tenang—sangat kontras dengan beberapa saat lalu saat pria itu didera mimpi buruk, ketika jantungnya bertalu-talu bak genderang.
Sebelum Odette sempat bersuara, kelopak mata Bas
2 Jun


Bastian Chapter 144
Lampu di kamar tidur Odette tak pernah padam. Dokter Kramer berulang kali datang memeriksa kondisi Bastian, sementara para pelayan bergantian membantu menyeka tubuh sang majikan demi meredakan demamnya. Dari kursi di dekat perapian, Odette mengawasi seluruh kesibukan itu dalam diam.
Namun, benaknya tak benar-benar merekam pergerakan orang-orang di sekitarnya. Pikirannya telanjur tersita sepenuhnya oleh untaian kalimat Dokter Kramer. Kisah tragis seorang wanita yang dikhianati
2 Jun


Bastian Chapter 143
Odette merasakan kehadiran pria itu di belakangnya. Meski gerakan sang pria nyaris tanpa suara, dia tahu Bastian ada di sana. Ada getaran sensorik yang terlalu nyata untuk sekadar disebut bunga tidur.
Bastian telah kembali.
Helaan napas yang tak tertahankan lolos begitu saja dari bibirnya. Tenggelam dalam lautan pikiran. Odette mendekap Margrethe lebih erat, berharap kantuk kembali datang menjemputnya.
Dia mendekap erat ingatan akan suara dan kehangatan Bastian—seberkas rasa
2 Jun


Bastian Chapter 142
Anjing peliharaan Kaisar baru saja menggigit tangan tuannya sendiri.
“Dengar, Mayor Klauswitz…”
“Saya akan mematuhi perintah apa pun yang dikeluarkan oleh Kaisar dalam kapasitas beliau sebagai pemimpin militer kekaisaran. Namun, istri saya berada di luar yurisdiksi militer, sehingga saya tidak berkewajiban untuk patuh buta,” ucapnya, menegaskan pembangkangan dengan nada yang tetap santun dan penuh loyalitas.
Countess Trier menahan napas. Bastian saat ini bagaikan bilah p
22 Jan


Bastian Chapter 141
Malam ini, Odette kembali terlelap sangat dalam. Bastian menutup pintu tanpa suara, lalu melangkah jinjit melintasi ruangan. Pelayan yang sedari tadi menjaga kamar Odette segera bangkit dan undur diri dengan tenang. Setelah menyampirkan mantel di sandaran kursi, ia mengambil alih tugas sang pelayan—menjaga istrinya.
Di bawah remang lampu nakas, wajah Odette tampak lebih tenang dibandingkan tadi pagi. Ia sudah tertidur sejak mereka kembali ke mansion; Bastian sendiri yang meng
22 Jan
bottom of page