top of page
All Posts


Bastian Chapter 131
Odette melangkah keluar dari sesi wawancara dengan senyum lebar yang merekah di wajahnya. Suasananya sangat kontras dibandingkan saat ia pertama kali datang dan menekan bel pintu dengan perasaan serba cemas dan khawatir.
Langkah pertama telah ia ambil, dan selagi ia melamunkan prospek masa depan di hadapannya, ia tidak menyadari bahwa ia telah melangkah jauh ke jalanan.
Ibu kosnya yang ketat telah menyarankan seorang kenalan yang ingin anak perempuannya belajar
20 Des 2025


Bastian Chapter 130
Odette pindah ke akomodasi ketiganya—sebuah pemondokan tenang di kawasan perumahan yang sunyi, dikelola oleh seorang ibu kos yang sangat ketat.
Setelah membongkar sedikit barang miliknya, ia duduk di tepi ranjang untuk mengatur napas. Kamarnya berada di lantai paling atas dan menghadap ke arah utara.
Perapian di sana berjuang menghalau malam yang dingin dan menusuk.
Odette tidak terlalu peduli di mana ia berada, asalkan tempat itu menyenangkan, hangat, dan nyaman.
20 Des 2025


Bastian Chapter 129
Suasana pesta seketika berubah saat Bastian Klauswitz menampakkan diri.
Dengan cepat, kabar yang sebelumnya telah menyebar ke penjuru kota kini menjalar di antara para tamu di aula perjamuan.
Saat Laksamana Demel dan istrinya selesai menyapa semua tamu yang baru datang, perhatian semua orang telah tertuju pada Bastian, termasuk Count Maximin Xanders.
“Aku terkejut dia tidak mencari-cari alasan untuk tidak hadir,” bisik beberapa orang di pesta itu.
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 26
[Dief] “Aku lapar, tapi sulit menelan makanannya. Leherku sakit.”
Dief berbicara dengan suara yang parau. Gara-gara menangis terlalu banyak, sayangnya suaranya menjadi serak.
[Shellan] “Karena kau mencoba makan makanan padat dulu. Makan sup ini.”
[Dief] “Oh, ya?”
Meskipun suara Shellan juga serak, kondisinya lebih baik daripada Dief.
Selain itu, karena sup wortel hari itu terasa sangat lezat, Shellan dengan rajin memakannya. Rasa sakit pada tenggorokannya pun su
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 25
Untungnya, saat itu sudah waktunya makan untuk anak-anak.
Liene berhasil membujuk anak-anak yang sudah keroncongan dengan pai krim, lalu menyerahkan mereka ke tangan para pengasuh.
Dia segera mencari Dieren Alito.
[Black] “Kita jalan pelan-pelan saja.”
Black menyusul saat Liene berjalan sambil memegang ujung roknya dan terlihat kesal.
Liene menoleh, menatap wajah Black.
[Liene] “Kau di mana tadi?”
[Black] “Aku tetap di tempat yang sama.”
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 24
[Dieren] "Dasar bodoh! Apa yang kau lakukan?"
Dieren marah pada anaknya yang kakinya sedang terluka.
Dia menunjuk lantai dengan penuh amarah. Di lantai, bunga-bunga yang dipetik oleh Pangeran Dief berserakan dalam keadaan setengah layu.
Dia datang sebelum seseorang sempat membersihkan bunga-bunga yang dilempar Seira karena kesal.
[Seira] "Itu... Aku marah... Aku minta maaf..."
Wajah Seira yang tadi memerah karena amarah, kini menjadi pucat.
Dalam empat
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 23
[Klima] "Hmm...... Dia melakukan perbuatan yang sangat, sangat jahat."
Meskipun Klima dengan patuh menjawab, dia sadar bahwa menceritakan secara detail tentang Blini Vasheyd kepada anak-anak bukan ide bagus.
[Shellan] "Perbuatan jahat seperti apa?"
Seperti yang dia duga, anak-anak menunjukkan rasa ingin tahu dengan mata berbinar. Shellan sering menunjukkannya, tapi kali ini Dief pun juga sama.
Ini agak berbahaya.
[Klima] "Semua perbuatan jahat di dunia ini
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 22
[Seira] "Apa kau sedang merendahkan statusku?"
Ekspresi Putri Seira tiba-tiba menjadi dingin. Dief terkejut melihat perubahan ekspresinya dan mengangkat bahu.
Wajah yang membuat Dief tanpa sadar mengucapkan kata cantik saat pertama kali melihatnya, entah kenapa sekarang wajahnya terlihat menakutkan.
[Shellan] "Tentu saja tidak. Aku hanya ingin tahu."
Tapi jika berbicara tentang menakutkan, Shellan juga tidak kalah menakutkan. Faktanya, Dief terkadang berpikir Shellan lebih me
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 21
[Dieren] "Apa...?! Ah, bukan! Sungguh, itu tidak benar!"
Dieren melompat.
[Dieren] "Seira anehnya memang mirip saudariku, tapi dia benar-benar putri kandungku! Tidak ada anak yang ditinggalkan saudariku! Tidak ada! Ukh!"
Karena suaranya terlalu berisik, Black menarik kerah baju Dieren.
[Black] "Kecilkan suaramu. Beri aku alasan mengapa aku harus percaya perkataanmu."
[Dieren] "Aku bersumpah demi Tuhan! Dia benar-benar putriku!"
[Black] "......"
Black menatap Dieren yang pucat
20 Des 2025


Bastian Chapter 128
Bastian terbangun dalam fajar biru hari yang baru. Pagi hari ketika segala yang tersembunyi oleh malam, tersingkap dalam cahaya yang baru.
Ia tak perlu melihat jam; kemampuan mengatur waktu adalah keahlian yang dikuasai semua prajurit.
Sambil menggosok wajahnya yang kering dan masih dipenuhi kantuk, Bastian bangkit dari ranjang. Ia menuangkan segelas air dan secara otomatis menjalani rutinitas pagi seperti biasa.
Saat berdiri di bawah guyuran pancuran yang dingin, air menga
7 Des 2025
bottom of page