top of page


A Barbaric Proposal Side Story 19
[Dief] "Aku masih belum mengerti, Shellan."
Dia berbisik, wajahnya berseri-seri karena kegembiraan.
[Dief] "Bagaimana kau bisa tahu? Aku cuma bertukar tempat duduk, tapi kenapa Ayah dan Ibu membatalkan liburan?"
[Shellan] "Psikologi manusia terlalu rumit dan mendalam untuk bisa dipahami oleh anak delapan tahun biasa."
[Dief] "Hmm... Kadang-kadang, aku benar-benar tidak tahu apa yang kau bicarakan, Shellan."
[Shellan] "Bagus. Artinya kau tidak perlu tahu. Kau hanya perlu mengi
7 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 18
[Liene] "Tidak! Jangan!"
Liene berseru panik.
[Black] "……Tidak boleh?"
Terdengar jawaban yang rendah seperti bisikan.
[Liene] "Ya, sekarang aku agak…… tidak nyaman."
[Black] "Apa yang tidak nyaman?"
Maksud Liene adalah dirinya tidak nyaman untuk menghadapi Black saat ini.
[Black] "Perasaanmu?"
[Liene] "Bukan, itu......"
Liene menggelengkan kepalanya yang basah.
[Liene] "Aku minta maaf karena melanggar janji. Tapi hari ini aku benar-benar tidak bisa."
[Black] "Liene."
Tuk
7 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 17
Tidak mungkin.
Tangan kecil Shellan menggenggam garpu. Dekorasi garpu meninggalkan bekas merah yang menekan telapak tangannya, tetapi Shellan tidak menyadarinya.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Jelas, beberapa saat yang lalu, suasana di antara Ibu dan Ayah berbeda dari biasanya. Ibu berusaha tidak menatap mata Ayah, dan Ayah sebaliknya, menatap Ibu tanpa berkedip.
Berarti masalahnya ada pada Ayah.
Untuk mengetahui hal itu, tidak perlu sepintar dirinya. Siapa pun dengan sedikit pe
7 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 16
[Liene] "Ah, waktunya pas sekali."
Sesuai ucapan Liene, kereta kuda Alito kebetulan sedang memasuki halaman utama kastil. Mereka tidak terlambat.
Black merasa sangat tidak senang.
Padahal, tidak perlu repot-repot menyambutnya.
Black juga tahu bahwa sengaja mengulur waktu adalah tindakan yang tiada ada artinya.
Liene yang ramah tidak suka mendiskriminasi orang, dan dia akan selalu bersikap sopan sebagai anggota keluarga kerajaan, siapa pun tamunya.
Tidak perlu melakukan tind
7 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 15
[Liene] "Ah, waktunya pas sekali."
Sesuai ucapan Liene, kereta kuda Alito kebetulan sedang memasuki halaman utama kastil. Mereka tidak terlambat.
Black merasa sangat tidak senang.
Padahal, tidak perlu repot-repot menyambutnya.
Black juga tahu bahwa sengaja mengulur waktu adalah tindakan yang tiada ada artinya.
Liene yang ramah tidak suka mendiskriminasi orang, dan dia akan selalu bersikap sopan sebagai anggota keluarga kerajaan, siapa pun tamunya.
Tidak perlu melakukan tind
7 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 14
[Tiwakan] "Berhenti!"
Suara keras menembus dinding kereta kuda. Suaranya begitu nyaring hingga kereta kuda terasa seolah berguncang.
[Dieren] "……Sialan."
Dieren Alito mengerutkan wajahnya dengan amarah.
Sungguh, ia belum pernah melihat negara gila ini memperlakukan tamu dengan benar.
Meskipun mereka jelas-jelas tahu itu kereta kuda Grand Duke Alito, mereka menghentikannya di setiap perbatasan dan pos pemeriksaan untuk memeriksa jumlah penumpang dan identitas mereka satu per s
21 Nov 2025


A Barbaric Proposal Side Story 13
[Liene] "Dia tidak melakukan hal yang aneh, kan?"
Black menarik salah satu sudut bibirnya.
[Black] "Dia melakukan banyak hal aneh. Apa kau lupa?"
[Liene] "Daripada lupa, bukankah lebih tepat jika aku bilang dia tidak melakukannya?"
[Black] "Aku bilang dia memang melakukan hal aneh."
Jika ketidakpuasan Black bertambah, kerutan halus muncul di antara alisnya. Berbeda dengan ketika ia menunjukkan kemarahan kepada orang lain. Mungkin ekspresi ini hanya diketahui oleh Liene sendi
21 Nov 2025


Bastian Chapter 126
Odette melihat ke jam, pukul 03:42, dan ia mempercepat langkahnya melintasi alun-alun.
Meskipun napasnya berat dan ia bisa merasakan ketakutan beraroma logam yang mencekik, ia tidak bisa berhenti.
Meninggalkan kediaman Duke lebih awal dari yang direncanakan memberinya cukup waktu untuk tiba di stasiun tepat waktu.
Meskipun ia khawatir tertangkap basah menguping, itu sudah tidak relevan lagi; dunia Herhardt bukan lagi urusannya.
"Tidak apa-apa, Meg, kita akan baik-baik saja,
21 Nov 2025


Bastian Chapter 125
"Makan siang sudah siap, Nyonya," ucap kepala pelayan Duke.
Norma Catharina von Herhardt mengangguk sambil tersenyum.
Ia menatap para hadirin dengan wajah ceria saat gumaman percakapan tenang perlahan mereda mendengar pengumuman makan siang.
Odette nyaris tak memperhatikan, masih menatap hampa pada cangkir teh di tangannya.
"Baiklah, kalau begitu, haruskah kita bergerak ke tempat duduk?" ujar Norma, memberi isyarat kepada semua orang untuk menuju meja makan siang. Perhatian
21 Nov 2025


A Barbaric Proposal Side Story 12
Hari itu indah seperti biasanya. Matahari cerah dan angin sejuk.
Di Nauk, musim menjelang datangnya musim panas, dipenuhi hari-hari yang paling menggembirakan dan penuh harapan, seolah bersiap menyambut kemakmuran yang akan datang.
Dan musim ini juga merupakan waktu di mana berita paling banyak disampaikan.
Sebuah berita tiba di hari itu.
[Shellan] "Kabar buruk yang tiba-tiba. Aku tidak suka."
[Dief] "Oh, aku suka."
Jawaban kedua anak itu berbeda.
Ketika Dief memberikan jawa
21 Nov 2025
bottom of page