top of page


Bastian Chapter 140
Franz bahkan tak sadar kapan pisau berpindah tangan. Saat menyadarinya, segalanya sudah terlambat. Ia terjerembap telentang dengan Bastian menindihnya, menggenggam pisau itu dengan tatapan mematikan. Segalanya terjadi secepat kedipan mata.
Franz meledak dalam tawa histeris, meski punggungnya terasa terbakar rasa sakit. Ia tahu tak akan pernah bisa menang melawan Bastian, namun ia pikir serangan mendadak akan berhasil. Ternyata, ia salah besar.
“Lihatlah bagaim
21 Jan


Bastian Chapter 139
Mobil Bastian melesat lewat tanpa keraguan sedikit pun. Odette membiarkan tangannya yang lemas jatuh dari kaca jendela; harapan yang tadi sempat membumbung kini luruh tak bersisa.
Odette nyaris tak percaya pada keberuntungannya saat melihat mobil Bastian datang dari arah berlawanan, tepat ketika ia sedang berjuang melepaskan ikatan di tangannya. Lelaki itu adalah harapan terakhirnya, namun seperti yang sudah-sudah, Bastian selalu berada di luar jangkauan.
“Kita har
21 Jan


Bastian Chapter 138
Seekor kucing liar mendadak muncul di taman, memicu kegaduhan bagi Margrethe. Meski tubuhnya mungil, Odette mencengkeram tali kekang anjing itu dengan kuat agar tidak terlepas.
“Jangan, Meg. Jangan mengejar kucing itu.”
Margrethe seolah mengerti perintahnya; ia segera patuh dan duduk tenang di sisi Odette. Baru saat itulah, raut tegas di wajah Odette melunak menjadi senyuman. Ia mengusap belakang telinga Margrethe sembari membisikkan pujian.
Ia melangkah perlahan me
21 Jan


Bastian Chapter 137
“Terima kasih banyak, Dora,” bisik Odette.
Margrethe melompat girang ke dalam kamar. Ekornya mengibas liar ke sana kemari sebelum ia mulai menjilati wajah Odette dengan antusias.
“Hanya satu jam,” peringat Dora. Gurat cemas membayangi wajahnya karena telah berani melanggar perintah sang tuan rumah. Ia sempat mengira hukuman memisahkan Odette dari anjingnya hanyalah amarah sesaat, namun nyatanya, ini sudah berlangsung selama lima belas hari.
Bastian menyita Mar
21 Jan


Bastian Chapter 136
“Saya mohon maaf, Tuan, tetapi kami tidak bisa menerima tamu saat ini. Silakan datang kembali lain waktu, setelah kondisi kesehatan Nyonya membaik."
Maximin menatap sang kepala pelayan yang berdiri tegak di ambang pintu dengan tatapan datar tak berekspresi.
Kecurigaannya kian menebal. Sangat tidak wajar bagi seorang teman dekat keluarga diperlakukan seburuk ini, meski ia datang tanpa janji temu.
"Aneh sekali. Aku sudah berkirim surat, tapi tak ada balasan.
31 Des 2025


Bastian Chapter 135
"Mengakui rumor itu benar akan memberimu alasan untuk meninggalkanku dan keluar dari kekacauan ini. Franz akan terjebak, dan aku akan dicap buruk sebagai pezina yang berselingkuh dengan saudara tirimu. Ini akan menguntungkanmu dalam banyak hal."
Odette merasa di atas angin saat memaparkan rencananya.
Bastian hanya membisu, bayangan Odette jatuh menimpa meja. Saat wanita itu mendekat, aroma khasnya terendus, membuat tangan Bastian mencengkeram alat makan lebih erat.
31 Des 2025


Bastian Chapter 134
Bastian mengerahkan segala upaya untuk menarik kembali semua foto dan artikel berita, namun kabar sudah terlanjur tersebar luas.
Mustahil untuk membendung kebocoran informasi sepenuhnya. Bahkan muncul permintaan pasar gelap untuk foto-foto tersebut, yang nilainya kini melonjak drastis.
"Lihat, aku mendapatkannya..." bisik seorang pelayan, bergegas masuk ke dapur Mansion Ardenne.
"Berikan padaku," perintah seorang pelayan lain dengan nada tegas.
Pelayan yang tampak bersemanga
21 Des 2025


Bastian Chapter 133
Sandrine meletakkan cangkir tehnya. Ia duduk di area luar sebuah kedai teh kecil yang berhadapan langsung dengan Galeri Linder, tempat pameran lukisan Franz Klauswitz digelar.
Para tamu mulai berdatangan, tak sabar menanti upacara pembukaan. Di antara kerumunan, tampak para jurnalis dan kritikus dari berbagai surat kabar terkemuka—semuanya orang-orang yang diundang Sandrine secara pribadi.
Waktu yang tersisa tinggal tiga puluh menit lagi. Sandrine menghitung mundur setiap de
21 Des 2025


A Barbaric Proposal SS 35 - 44 Tamat
[Fermos] “Aduh! Aduh!”
Fermos benar-benar tertangkap basah.
Fakta bahwa Dief tidak ada di sana berarti dia berada di tempat lain. Tempat lain itu adalah kantor Fermos yang saat ini kosong.
Di sanalah tergeletak begitu saja di atas meja, surat yang baru tiba hari ini—surat yang menyebutkan perburuan kelinci.
[Fermos] “Oh, Putri! Anda sungguh kejam!”
Fermos berteriak kepada Randall.
[Fermos] “Tunggu apa lagi! Cepat pergi dan amankan suratnya!”
[Randall] “Aduh, ya, ya!”
20 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 34
Mencari tahu rahasia secara langsung akan terlalu membuang tenaga. Terlebih lagi, jika lawan yang dihadapi adalah Randall dan Fermos, itu hampir mustahil dilakukan.
Jadi, Shellan mencari siasat lain, yaitu menggunakan orang yang tepat.
[Ashker] “Hmm... Dari mana Anda mendengarnya, Putri?”
Upayanya tidak mudah, bukan karena para ksatria cukup cerdik untuk memahami muslihat Shellan, melainkan karena mereka menjunjung tinggi loyalitas yang teguh sebagai prinsip
20 Des 2025
bottom of page