top of page
All Posts


A Barbaric Proposal Chapter 133
[Liene] "Apa katamu?"
Liene mendorong Black dan melompat dari tempat tidur. Black mendesis pelan. Dia menyusul Liene, melepaskan jubahnya, dan menyampirkannya di bahu Liene.
Gedebuk!
Liene tergesa-gesa membuka pintu.
[Liene] "Di mana... di mana? Di mana airnya..."
[Randall] "Air terjun, Putri."
[Liene] "Astaga..."
Black menghentikan Liene yang hendak berlari keluar.
[Black] "Kenakan sepatumu."
[Liene] "Ah..."
Black memasangkan sandal padanya. Selama sesaat itu, Liene menge
5 Nov 2025


A Barbaric Proposal Chapter 132
[Liene] "Di sini."
[Black] "Tepat di sini."
Keduanya mengucapkan kata-kata yang hampir sama.
Liene, yang telah berjalan jauh melewati kastil untuk menyambut Black, menyeretnya tanpa memberikan waktu untuk berciuman.
Awalnya, Black sedikit tidak senang, tetapi setelah mengetahui alasan kegembiraan Liene, dia melupakan semua kekesalannya.
Kunci telah ditemukan. Pintu yang tersembunyi sudah terbuka. Rahasia Gainers menampakkan tangganya di hadapan mereka.
5 Nov 2025


A Barbaric Proposal Chapter 131
[Liene] "Ya ampun... sungguh... sungguh ada kunci. Ini kunci sungguhan."
Liene menggosok kedua matanya seolah tidak percaya meskipun dia melihatnya langsung. Nyonya Flambard juga terus menganga.
[Flambard] "Apa yang harus kita lakukan. Ini benar-benar..., kunci kecil ini, akan mengembalikan air..."
Kunci itu layak disebut kekuatan. Benda besi di telapak tangannya ini terasa ringan, tetapi pada saat yang sama, terasa sangat berat.
[Liene] "Kalau begitu, sekarang kita harus men
5 Nov 2025


A Barbaric Proposal Chapter 130
[Liene] "Nyonya!"
[Flambard] "Ya ampun, Putri!"
Sesampainya di kastil, para nyonya menyambutnya dengan sangat antusias.
[Liene] "Apakah kalian berdua baik-baik saja? Rasanya seperti sudah lama sekali aku meninggalkan kastil, padahal baru sebentar."
[Flambard] "Sebentar apanya! Bagi saya rasanya sudah bertahun-tahun!"
Nyonya Flambard menggenggam erat tangan Liene dan tak mau melepaskannya.
[Liene] "Baru sekitar setengah bulan. Aku kembali jauh lebih cepat dari jadwal, lho."
30 Okt 2025


A Barbaric Proposal Chapter 129
Black menyapu pandangannya ke cincin yang ada di tangan Liene.
Mekanisme cincin itu rumit dan sulit terlihat. Seandainya Liene tidak menggigit cincin sehingga sambungan antara gigi dan hiasan cincin tidak sengaja berbenturan, Black pasti tidak akan menyadari keberadaan mekanisme tersebut.
[Black] "Jika ini mekanisme yang dibuat untuk menggunakan cincin sebagai kunci, seharusnya dibuat lebih mudah untuk digunakan."
[Liene] "Eum... mungkinkah tidak begitu? Ini perangkat untuk
30 Okt 2025


A Barbaric Proposal Chapter 128
Setelah mencuci wajah dan tangannya yang penuh krim serta berbagai hal lainnya, ketika Liene menemukan Blini yang terkurung di gudang bawah tanah, waktu sudah mendekati tengah hari.
[Blini] "…… Kudengar kau sedang sarapan."
Blini mengeluarkan nada jengkel saat melihat Liene memasuki gudang yang remang-remang.
Kaki dan tangan Blini terikat dengan aman. Liene datang sendiri, sementara Black menunggu di luar pintu.
[Blini] "Ini masih pagi menurutmu?"
[Liene] "Sarapanku memakan w
30 Okt 2025


A Barbaric Proposal Chapter 127
Black menyentil hidung Liene yang terlihat kebingungan.
[Black] "Tempat ini bukan seperti Nauk yang memiliki makna khusus, melainkan hanya tempat singgah yang kami miliki demi kenyamanan. Kami butuh tempat untuk beristirahat."
[Liene] "Umm... Kau benar-benar sangat kaya, ya."
[Black] "Berkat bawahan yang cakap."
Mansion besar yang cukup menampung dan membuat seluruh Tiwakan beristirahat dengan nyaman, tertata rapi. Pengelola mansion mengatakan akan mengirim pekerja besok pa
30 Okt 2025


A Barbaric Proposal Chapter 126
[Liene] "Ehem."
Putri Nauk berdeham, lalu berbalik.
Black sepertinya buta. Putri Nauk yang berambut kusut dan berwajah kotor sama sekali tidak menggemaskan. Blini membencinya, meskipun baru hari ini melihat wajahnya.
[Liene] "Aku dengar kau menelan cincin itu."
Blini membenci mata hijau Liene.
[Liene] "Jika dihitung-hitung, cincin tidak mungkin masih ada di perutmu sampai sekarang. Aku ingin cincin dikembalikan. Itu milik suamiku, dan milik Nauk. Tidak ada alasan cincin berad
28 Okt 2025


A Barbaric Proposal Chapter 125
Kwaang!
[Raja] "Apa yang kalian lakukan sampai tak bisa menangkap mereka!"
Raja kehilangan kendali. Amarahnya memuncak hingga akal sehat tak punya celah untuk menyusup.
Raja sudah dipermalukan dua kali berturut-turut. Tiwakan memasuki istana seolah tidak ada gerbang dan pergi setelah membuat kekacauan sesuka hati.
Mayat Garda Kerajaan menumpuk di halaman belakang, tetapi tidak ada satu pun mayat musuh.
Terlebih lagi, pinggang Raja terluka.
27 Okt 2025


A Barbaric Proposal Chapter 124
[Liene] "Ah......"
Rasanya memang agak sakit. Kakinya lecet parah karena memakai sepatu yang tidak pas.
[Liene] "Aku tidak sadar terasa sakit. Lagipula ini bukan apa-apa. Semua orang terluka karena pedang, sedangkan aku, hanya tumitku yang lecet."
[Black] "Jangan membiasakan diri dengan luka ringan. Itu tak pantas kau alami, Putri."
Black melepaskan sepatu yang satunya lagi.
[Liene] "Apa maksudmu 'tak pantas'? Dan kau juga terluka. Di sini."
Liene menyentuh kaki Black
26 Okt 2025
bottom of page