top of page


A Barbaric Proposal Chapter 71
Awalnya, Black mengira terjadi sesuatu yang buruk.
Begitu ia melompat turun dari kudanya, Liene langsung memeluknya seolah sudah menunggu.
[Black] "Putri?"
Black bersumpah, inilah pertama kalinya Liene secara aktif menunjukkan perasaannya.
[Black] "Apa yang terjadi?"
Black hendak melepaskan Liene sedikit untuk melihat ekspresinya. Namun, Liene malah menguatkan pelukannya dengan keras kepala.
[Black] "Ada apa sampai begini?"
Black pun menyerah untuk melihat wajah Liene
23 Agu 2025


A Barbaric Proposal Chapter 70
Bohong jika Liene berkata tak mengkhawatirkan perasaan Nyonya Henton.
[Liene] "Aku khawatir. Tapi, aku tidak punya hak untuk mengkwatirkan apakah Nyonya akan benar-benar menusuk dari belakang, bukan?"
[Nyonya Henton] "Ucapan macam apa itu..."
[Liene] "Aku tahu apa yang telah diperbuat mendiang Raja—ah, tidak, aku tak seharusnya menggunakan gelar itu. Aku tahu dosa leluhurku. Dan aku tahu apa yang kulakukan sebagai pewaris darahnya.
22 Agu 2025


Bastian Chapter 78
"Aku tidak pernah mengiriminya surat! Kau sudah tahu, kan?!" seru Duke Dyssen, suaranya semakin meninggi saat ia menyuarakan ketidaksetujuannya.
Odette menundukkan pandangan dan menatap mata ayahnya. Ia tampak rapuh, seperti anak kecil bermasalah yang butuh kenyamanan. Odette berharap semuanya bohong, tetapi jauh di lubuk hatinya, ia sudah tahu kebenarannya. Ayahnya tidak mengatakan apa-apa selain kejujuran.
Theodora Klauswitz memang telah mencuri surat-surat ayahnya
22 Agu 2025


Bastian Chapter 77
Odette menarik tali kendali, mengarahkan kudanya menjauh dari jalan utama menuju jalan samping. Kuda itu, dengan cerdasnya langsung mengerti perintah dan berbelok sesuai arahan. Irama langkah kaki kuda bergema di sepanjang jalan setapak di dalam hutan, yang dihiasi dengan warna-warni daun musim gugur yang kaya dan hidup. Saat Odette mendekati tepi Hutan Hitam, yang berada di antara dua rumah megah, perjalanan mereka pun berhenti sejenak.
"Jalannya ada di sini."
22 Agu 2025


A Barbaric Proposal Chapter 69
Berkat bantuan Nyonya Flambard, Liene bisa kembali ke penampilan biasanya. Matanya masih sedikit bengkak, tetapi tidak akan disadari siapa pun kecuali mereka melihatnya dengan teliti.
[Liene] "Apa aku sudah terlihat baik-baik saja sekarang?"
[Nyonya Flambard] "Sudah berkali-kali saya bilang, Anda terlihat sangat menawan, Putri."
[Liene] "Baiklah."
Liene berbisik pelan, hampir tidak bisa mengalihkan pandangannya dari cermin. Ini mungkin pertama kalinya ia menghabiskan wakt
21 Agu 2025


Bastian Chapter 76
※Jika Seseorang Harus Pergi ke Neraka※ *TL Note: Chapter ini kelanjutan dari webtoon episode 60 Manik mata Odette yang melebar, dipenuhi oleh sosok Bastian, berkilau dengan cahaya tenang. Di dalam tatapan itu tersimpan emosi yang mirip kepercayaan, sangat berbeda dengan matanya saat masih diliputi ketakutan dan kewaspadaan. Bastian menatap Odette dengan kelembutan damai, kata-katanya sesaat tertahan dalam keheningan lembut. Ia telah mencapai sebuah keputusan, dan sekarang ada
21 Agu 2025


Bastian Chapter 75
※Apa Kau Mencintai Suamimu?※ Siang itu, toko musik di 12th Rahner Street tampak sepi. Selain pemiliknya yang berwajah lelah duduk di balik rak pajangan usang, hanya ada dua pelanggan: seorang wanita paruh baya asyik melihat-lihat partitur, dan seorang wanita muda yang tampak kehabisan napas. Di dalam ruangan, alunan waltz yang meriah mengalun dari speaker, melodinya berpadu dengan bintik-bintik debu yang berkilauan di udara. "Kenapa terburu-buru? Kau masih punya sepuluh menit
21 Agu 2025


Bastian Chapter 74
※Bukti Pernikahan※ Pahlawan dan Sang Jelita. Begitulah foto Kapten Klauswitz dan istrinya diiringi pujian yang cukup manis. Dengan senyum sinis, Theodora membuka koran pagi itu. Artikel utama tentang festival angkatan laut tahun ini seolah menjadi persembahan untuk Bastian Klauswitz. Hatinya terasa sakit saat membaca pujian meluap-luap Angkatan Laut kepada cucu penjual barang antik yang kini disebut pahlawan. Ia dengan acuh tak acuh meletakkan koran terlipat di pinggir meja t
21 Agu 2025


Bastian Chapter 73
※Tapi, Bagaimana Jika...※ Odette terkejut saat menerima undangan tak terduga dari tempat yang terasa akrab, tetapi jauh. Nama di undangan itu, Theodora Klauswitz, membingungkannya. Theodora meminta kehadiran Odette di rumahnya untuk pertemuan minum teh minggu depan. Kesederhanaan alasannya hanya menambah kebingungan Odette. Sejak Theodora dan keluarganya enggan menghadiri pernikahannya, tidak ada komunikasi di antara mereka. Mengingat ketegangan yang terus-menerus terjadi ant
21 Agu 2025


Bastian Chapter 72
※ Seperti Cahaya Itu ※ "Oh, maafkan kami," ucap manajer bianglala sambil tersenyum ramah saat ia menyentuh garis pembatas, menandai area terlarang. Tepat saat Odette mendekati tanda di tengah rantai, penumpang terakhir bianglala turun. "Kami harus tutup lebih awal hari ini karena poros putarnya bermasalah dan suaranya semakin berisik. Saya putuskan untuk menghentikannya demi pemeriksaan. Semoga anda mengerti," manajer itu menjelaskan tergesa-gesa sambil berjalan menuju ruang
20 Agu 2025
bottom of page