top of page
All Posts


Bastian Chapter 80
Di dalam ruang kerja, terdengar ketukan di pintu. Bastian sejenak menghentikan panggilan teleponnya, memutar kepala sambil memegang gagang telepon. Jam di meja menunjukkan pukul 11 siang, waktu yang biasa untuk minum teh pagi di akhir pekan.
"Masuk," jawabnya, lalu segera mengangkat gagang telepon lagi. "Maaf. Silakan lanjutkan."
Setelah meminta dengan sopan agar percakapan dilanjutkan, ia bersandar di tepi meja, memberinya pemandangan luas jendela, laut, dan wilayah ayahny
23 Agt 2025


Bastian Chapter 79
Mata Maria Gross melebar penuh kagum, seolah dalam sekejap, langit dan bumi telah membuka rahasia di hadapannya. Ia melirik Bastian muda di depannya, lalu menoleh ke arah dr. Kramer yang duduk di sampingnya, mendapati keterkejutan yang sama di wajah sang dokter.
Karena pekerjaannya, Bastian datang terlambat ke rumah. Ia disambut oleh ruangan yang sudah penuh dengan tamu. Di tangannya, ia memegang buket yang sangat indah. Namun, pesona buket itu segera memudar saat Maria terp
23 Agt 2025


A Barbaric Proposal Chapter 71
Awalnya, Black mengira terjadi sesuatu yang buruk.
Begitu ia melompat turun dari kudanya, Liene langsung memeluknya seolah sudah menunggu.
[Black] "Putri?"
Black bersumpah, inilah pertama kalinya Liene secara aktif menunjukkan perasaannya.
[Black] "Apa yang terjadi?"
Black hendak melepaskan Liene sedikit untuk melihat ekspresinya. Namun, Liene malah menguatkan pelukannya dengan keras kepala.
[Black] "Ada apa sampai begini?"
Black pun menyerah untuk melihat wajah Liene
23 Agt 2025


A Barbaric Proposal Chapter 70
Bohong jika Liene berkata tak mengkhawatirkan perasaan Nyonya Henton.
[Liene] "Aku khawatir. Tapi, aku tidak punya hak untuk mengkwatirkan apakah Nyonya akan benar-benar menusuk dari belakang, bukan?"
[Nyonya Henton] "Ucapan macam apa itu..."
[Liene] "Aku tahu apa yang telah diperbuat mendiang Raja—ah, tidak, aku tak seharusnya menggunakan gelar itu. Aku tahu dosa leluhurku. Dan aku tahu apa yang kulakukan sebagai pewaris darahnya.
22 Agt 2025


Bastian Chapter 78
"Aku tidak pernah mengiriminya surat! Kau sudah tahu, kan?!" seru Duke Dyssen, suaranya semakin meninggi saat ia menyuarakan ketidaksetujuannya.
Odette menundukkan pandangan dan menatap mata ayahnya. Ia tampak rapuh, seperti anak kecil bermasalah yang butuh kenyamanan. Odette berharap semuanya bohong, tetapi jauh di lubuk hatinya, ia sudah tahu kebenarannya. Ayahnya tidak mengatakan apa-apa selain kejujuran.
Theodora Klauswitz memang telah mencuri surat-surat ayahnya
22 Agt 2025


Bastian Chapter 77
Odette menarik tali kendali, mengarahkan kudanya menjauh dari jalan utama menuju jalan samping. Kuda itu, dengan cerdasnya langsung mengerti perintah dan berbelok sesuai arahan. Irama langkah kaki kuda bergema di sepanjang jalan setapak di dalam hutan, yang dihiasi dengan warna-warni daun musim gugur yang kaya dan hidup. Saat Odette mendekati tepi Hutan Hitam, yang berada di antara dua rumah megah, perjalanan mereka pun berhenti sejenak.
"Jalannya ada di sini."
22 Agt 2025


A Barbaric Proposal Chapter 69
Berkat bantuan Nyonya Flambard, Liene bisa kembali ke penampilan biasanya. Matanya masih sedikit bengkak, tetapi tidak akan disadari siapa pun kecuali mereka melihatnya dengan teliti.
[Liene] "Apa aku sudah terlihat baik-baik saja sekarang?"
[Nyonya Flambard] "Sudah berkali-kali saya bilang, Anda terlihat sangat menawan, Putri."
[Liene] "Baiklah."
Liene berbisik pelan, hampir tidak bisa mengalihkan pandangannya dari cermin. Ini mungkin pertama kalinya ia menghabiskan wakt
21 Agt 2025


Bastian Chapter 76
※Jika Seseorang Harus Pergi ke Neraka※ *TL Note: Chapter ini kelanjutan dari webtoon episode 60 Manik mata Odette yang melebar, dipenuhi oleh sosok Bastian, berkilau dengan cahaya tenang. Di dalam tatapan itu tersimpan emosi yang mirip kepercayaan, sangat berbeda dengan matanya saat masih diliputi ketakutan dan kewaspadaan. Bastian menatap Odette dengan kelembutan damai, kata-katanya sesaat tertahan dalam keheningan lembut. Ia telah mencapai sebuah keputusan, dan sekarang ada
21 Agt 2025


Bastian Chapter 75
※Apa Kau Mencintai Suamimu?※ Siang itu, toko musik di 12th Rahner Street tampak sepi. Selain pemiliknya yang berwajah lelah duduk di balik rak pajangan usang, hanya ada dua pelanggan: seorang wanita paruh baya asyik melihat-lihat partitur, dan seorang wanita muda yang tampak kehabisan napas. Di dalam ruangan, alunan waltz yang meriah mengalun dari speaker, melodinya berpadu dengan bintik-bintik debu yang berkilauan di udara. "Kenapa terburu-buru? Kau masih punya sepuluh menit
21 Agt 2025


Bastian Chapter 74
※Bukti Pernikahan※ Pahlawan dan Sang Jelita. Begitulah foto Kapten Klauswitz dan istrinya diiringi pujian yang cukup manis. Dengan senyum sinis, Theodora membuka koran pagi itu. Artikel utama tentang festival angkatan laut tahun ini seolah menjadi persembahan untuk Bastian Klauswitz. Hatinya terasa sakit saat membaca pujian meluap-luap Angkatan Laut kepada cucu penjual barang antik yang kini disebut pahlawan. Ia dengan acuh tak acuh meletakkan koran terlipat di pinggir meja t
21 Agt 2025
bottom of page