top of page


A Barbaric Proposal Side Story 15
[Liene] "Ah, waktunya pas sekali."
Sesuai ucapan Liene, kereta kuda Alito kebetulan sedang memasuki halaman utama kastil. Mereka tidak terlambat.
Black merasa sangat tidak senang.
Padahal, tidak perlu repot-repot menyambutnya.
Black juga tahu bahwa sengaja mengulur waktu adalah tindakan yang tiada ada artinya.
Liene yang ramah tidak suka mendiskriminasi orang, dan dia akan selalu bersikap sopan sebagai anggota keluarga kerajaan, siapa pun tamunya.
Tidak perlu melakukan tind
7 Des 2025


A Barbaric Proposal Side Story 14
[Tiwakan] "Berhenti!"
Suara keras menembus dinding kereta kuda. Suaranya begitu nyaring hingga kereta kuda terasa seolah berguncang.
[Dieren] "……Sialan."
Dieren Alito mengerutkan wajahnya dengan amarah.
Sungguh, ia belum pernah melihat negara gila ini memperlakukan tamu dengan benar.
Meskipun mereka jelas-jelas tahu itu kereta kuda Grand Duke Alito, mereka menghentikannya di setiap perbatasan dan pos pemeriksaan untuk memeriksa jumlah penumpang dan identitas mereka satu per s
21 Nov 2025


A Barbaric Proposal Side Story 13
[Liene] "Dia tidak melakukan hal yang aneh, kan?"
Black menarik salah satu sudut bibirnya.
[Black] "Dia melakukan banyak hal aneh. Apa kau lupa?"
[Liene] "Daripada lupa, bukankah lebih tepat jika aku bilang dia tidak melakukannya?"
[Black] "Aku bilang dia memang melakukan hal aneh."
Jika ketidakpuasan Black bertambah, kerutan halus muncul di antara alisnya. Berbeda dengan ketika ia menunjukkan kemarahan kepada orang lain. Mungkin ekspresi ini hanya diketahui oleh Liene sendi
21 Nov 2025


A Barbaric Proposal Side Story 12
Hari itu indah seperti biasanya. Matahari cerah dan angin sejuk.
Di Nauk, musim menjelang datangnya musim panas, dipenuhi hari-hari yang paling menggembirakan dan penuh harapan, seolah bersiap menyambut kemakmuran yang akan datang.
Dan musim ini juga merupakan waktu di mana berita paling banyak disampaikan.
Sebuah berita tiba di hari itu.
[Shellan] "Kabar buruk yang tiba-tiba. Aku tidak suka."
[Dief] "Oh, aku suka."
Jawaban kedua anak itu berbeda.
Ketika Dief memberikan jawa
21 Nov 2025


A Barbaric Proposal Side Story 11
Tak tak.
Suara kayu bakar di perapian yang menyala terdengar nyaman.
Mereka yang sudah mandi, mengenakan piyama, dan kembali ke tempat tidur, juga merasa nyaman.
Malam ini, tempat tidur si kembar didorong dan disatukan. Tiba-tiba, tercipta tempat tidur yang sangat besar yang bisa memuat seluruh keluarga.
Oleh karena itu, si kembar merasa bahagia. Meskipun fajar sudah mendekat, mereka tidak merasa mengantuk.
Dief tahu bagian tubuhnya yang tertindih laci menjadi memar, tapi itu
21 Nov 2025


A Barbaric Proposal Side Story 10
[Renfel] "Itu......."
Nyonya Renfel ragu-ragu dan menahan ucapannya.
[Renfel] "......Sepertinya itu bukan hal yang bisa saya sampaikan."
[Shellan] "Mengapa?"
[Dief] "Apakah ada yang melarang Nyonya bicara?"
Ekspresi Nyonya Renfel menjadi rumit, jauh di luar pemahaman anak berusia tujuh tahun.
[Renfel] "Mungkin karena Putri dan Pangeran masih kecil."
[Shellan] "Hah?"
[Dief] "Ucapanmu aneh."
Nyonya Renfel tersenyum sedih, seperti seseorang yang telah lama kehilangan seseorang d
17 Nov 2025


A Barbaric Proposal Side Story 9
Semua lemari dan laci di Ruang Permata memiliki lubang kunci, dan semuanya terkunci rapat.
Anak-anak yang menarik semua pegangan laci, terengah-engah kelelahan.
[Dief] "Sepertinya kita harus keluar dan mengambil kuncinya."
Dief berkata sambil menyeka dahinya.
[Shellan] "Tidak bisa."
Shellan menggelengkan kepala.
[Shellan] "Para Nyonya memegang kuncinya setengah-setengah."
Mata Dief terbelalak karena terkejut.
[Dief] "Kau juga mengetahuinya, Shellan?"
[Shellan] "Aku pernah ber
17 Nov 2025


A Barbaric Proposal Side Story 8
Rencana mereka sempurna.
Perpustakaan Kerajaan Nauk buka sepanjang tahun karena banyak orang yang tinggal dan tidur di sana. Badai salju melanda pun, perpustakaan tidak akan ditutup tiba-tiba.
Si kembar pertama-tama menunggu para Nyonya, lalu makan kue yang dibawakan dengan nikmat.
Kemudian, dengan alasan mengantuk, mereka kembali ke kamar tidur masing-masing.
Setelah para Nyonya yang menyelimuti dan menepuk punggung mereka pergi, si kembar diam-diam menyelinap keluar dari te
17 Nov 2025


A Barbaric Proposal Side Story 7
[Shellan] "Ibu!"
Liene ada di taman belakang.
Taman belakang menjadi tempat paling indah di Kastil Nauk.
Air mancur yang dulunya kering dan penuh sarang laba-laba kini mengucurkan air kembali, dan pepohonan serta bunga yang melupakan musim memenuhi taman.
Meskipun sekarang musim dingin dan tidak semarak musim lainnya, taman itu memiliki keindahan yang tenang.
Liene berdiri di sudut taman belakang.
Setelah melihat punggung yang dikenalnya, Shellan berlari ke arah Liene.
[Randa
17 Nov 2025


A Barbaric Proposal Side Story 6
Meskipun masih musim dingin, hari itu matahari bersinar hangat.
Musim dingin tahun ini tidak terlalu dingin. Air mancur di taman mengalir jernih tanpa membeku. Gedung batu abu-abu megah yang berdiri di depan air mancur sangat ramai hari ini.
Tempat itu adalah Perpustakaan Kerajaan yang didirikan empat tahun lalu.
Dikenal sebagai tempat dengan koleksi buku terbesar di bagian selatan benua. Selain itu, tidak seperti perpustakaan lain yang membatasi akses dengan ketat berdasarka
10 Nov 2025


A Barbaric Proposal Side Story 5
Kemunculan Black berarti ia baru saja menyelesaikan urusannya dan kembali ke kastil.
Berarti ia langsung mencari Liene begitu kembali, dan ia tidak punya niat untuk bersikap toleran pada siapa pun.
[Liene] "Ah, kau sudah kembali?"
[Black] "Karena aku merindukanmu."
Black masuk sambil tersenyum dan mencium kening Liene.
Wajah Liene menjadi sangat lembut, tetapi tidak demikian dengan orang lain. Semua orang kaku karena terkejut.
Berteriak dan bertengkar di depan Liene yang seda
10 Nov 2025


A Barbaric Proposal Side Story 4
[Flambard] "Aku sudah lihat bagaimanapun juga, anaknya pasti perempuan."
Nyonya Flambard menggertakkan gigi sambil berhenti menyulam. Anak pertama Liene pasti perempuan.
Dilihat dari selera makannya, sudah jelas. Sama persis seperti ketika ia mengandung anak perempuan. Liene sering mencari buah-buahan asam dan sama sekali tidak bisa makan yang amis.
Yang terpenting, bentuk perutnya sudah pasti. Perut yang membulat, menonjol tanpa condong ke satu sisi mana pun.
10 Nov 2025


A Barbaric Proposal Side Story 3
Sepanjang musim dingin, Liene menderita mual pagi yang lama dan parah.
Gejalanya tetap sama. Beberapa hari ia bisa makan, beberapa hari tidak sama sekali. Ada makanan yang awalnya bisa dimakan, namun dalam waktu singkat menjadi sama sekali tidak bisa dimakan.
Akibatnya, Liene tidak bisa melakukan apa pun selain memulihkan diri. Sebagian besar waktu, ia hanya berbaring di tempat tidur karena tidak bertenaga, dan sekali pun ia bisa keluar untuk berjalan-jalan sebentar, tenagany
10 Nov 2025


A Barbaric Proposal Side Story 2
Tidak ada yang tahu kapan bayi mereka terbentuk.
Liene dan Black pun tidak tahu. Mereka hanya memiringkan kepala seolah berkata, "...Apakah hari itu?"
Bagaimanapun, begitu musim dingin dimulai, perut Liene perlahan mulai membesar.
Berkatnya, Nyonya Flambard menjerit gembira. Ia seolah berkata bahwa pekerjaan membuat gaun baru dengan bagian perut longgar terasa melelahkan namun sangat menyenangkan.
Kastil Nauk, yang biasanya dingin menusuk saat musim dingin, menjadi hangat dan
6 Nov 2025


A Barbaric Proposal Side Story 1
[Liene] "Aku marah."
Liene mengernyitkan alisnya dalam-dalam sambil mengunyah buah persik yang dipanen pada akhir musim gugur.
Awalnya, buah itu tidak ditemukan di Nauk, tetapi sekarang ia bisa mencicipi buah-buahan yang masuk dari luar negeri seiring dengan meluasnya perbatasan hingga Teluk Yadion.
Fermos mengalihkan perhatiannya ke sumber penghasil baru. Ia tanpa lelah terus membicarakan ambisinya untuk membangun pelabuhan terbesar di selatan benua, tepat di Teluk Yadion.
6 Nov 2025


A Barbaric Proposal Chapter 134
[Liene] "……Apa?"
Liene lantas memiringkan kepalanya.
[Liene] "Bayi? Rasa masih lama sekali"
Pembicaraan tentang bayi terasa lebih jauh daripada urusan penobatan.
Namun, bagi Nyonya Henton, sepertinya tidak demikian.
[Henton] "Melihat apa yang Lord Tiwakan lakukan, saya juga menduga begitu. Putri, bukankah menstruasi Anda tidak kunjung datang?"
[Liene] "......Astaga."
Tiba-tiba ia tercekat. Nyonya Flambard, yang telah mengenal Liene sejak lama, mendekat dan menepuk-nepuk pungg
5 Nov 2025


A Barbaric Proposal Chapter 133
[Liene] "Apa katamu?"
Liene mendorong Black dan melompat dari tempat tidur. Black mendesis pelan. Dia menyusul Liene, melepaskan jubahnya, dan menyampirkannya di bahu Liene.
Gedebuk!
Liene tergesa-gesa membuka pintu.
[Liene] "Di mana... di mana? Di mana airnya..."
[Randall] "Air terjun, Putri."
[Liene] "Astaga..."
Black menghentikan Liene yang hendak berlari keluar.
[Black] "Kenakan sepatumu."
[Liene] "Ah..."
Black memasangkan sandal padanya. Selama sesaat itu, Liene menge
5 Nov 2025


A Barbaric Proposal Chapter 132
[Liene] "Di sini."
[Black] "Tepat di sini."
Keduanya mengucapkan kata-kata yang hampir sama.
Liene, yang telah berjalan jauh melewati kastil untuk menyambut Black, menyeretnya tanpa memberikan waktu untuk berciuman.
Awalnya, Black sedikit tidak senang, tetapi setelah mengetahui alasan kegembiraan Liene, dia melupakan semua kekesalannya.
Kunci telah ditemukan. Pintu yang tersembunyi sudah terbuka. Rahasia Gainers menampakkan tangganya di hadapan mereka.
5 Nov 2025


A Barbaric Proposal Chapter 131
[Liene] "Ya ampun... sungguh... sungguh ada kunci. Ini kunci sungguhan."
Liene menggosok kedua matanya seolah tidak percaya meskipun dia melihatnya langsung. Nyonya Flambard juga terus menganga.
[Flambard] "Apa yang harus kita lakukan. Ini benar-benar..., kunci kecil ini, akan mengembalikan air..."
Kunci itu layak disebut kekuatan. Benda besi di telapak tangannya ini terasa ringan, tetapi pada saat yang sama, terasa sangat berat.
[Liene] "Kalau begitu, sekarang kita harus men
5 Nov 2025


A Barbaric Proposal Chapter 130
[Liene] "Nyonya!"
[Flambard] "Ya ampun, Putri!"
Sesampainya di kastil, para nyonya menyambutnya dengan sangat antusias.
[Liene] "Apakah kalian berdua baik-baik saja? Rasanya seperti sudah lama sekali aku meninggalkan kastil, padahal baru sebentar."
[Flambard] "Sebentar apanya! Bagi saya rasanya sudah bertahun-tahun!"
Nyonya Flambard menggenggam erat tangan Liene dan tak mau melepaskannya.
[Liene] "Baru sekitar setengah bulan. Aku kembali jauh lebih cepat dari jadwal, lho."
30 Okt 2025
bottom of page