top of page

A Barbaric Proposal Side Story 23

  • Gambar penulis: Crystal Zee
    Crystal Zee
  • 20 Des 2025
  • 6 menit membaca

Konsekuensi atas Sumpah

[Klima] "Hmm...... Dia melakukan perbuatan yang sangat, sangat jahat."

Meskipun Klima dengan patuh menjawab, dia sadar bahwa menceritakan secara detail tentang Blini Vasheyd kepada anak-anak bukan ide bagus.

[Shellan] "Perbuatan jahat seperti apa?"

Seperti yang dia duga, anak-anak menunjukkan rasa ingin tahu dengan mata berbinar. Shellan sering menunjukkannya, tapi kali ini Dief pun juga sama.

Ini agak berbahaya.

[Klima] "Semua perbuatan jahat di dunia ini... Dia melakukan semuanya."

[Shellan] "Astaga."

[Dief] "Satu orang? Apa mungkin?"

[Klima] "Ya, sangat mungkin."

[Dief] "Wah... Aku bahkan tidak bisa membayangkannya."

[Shellan] "Ceritakan lebih banyak tentang perbuatan jahatnya."

Anak-anak memegang lengan Klima dari kedua sisi. Itu bukan disengaja, tapi tindakan yang muncul tanpa sadar karena mereka sangat fokus.

Oleh karena itu, Klima merasa takut.

Dia tahu mulutnya akan bergerak dengan sendirinya jika Putri dan Pangeran yang cantik memohon.

[Klima] "Sa, saya harus pergi sekarang...... Huf, saya harus menyelesaikan pelatihan."

[Shellan] "Lho? Tadi kau bilang kau tidak perlu melakukannya. Benarkan, Dief?"

[Dief] "Ya! Aku juga mendengarnya."

[Shellan] "Tuh kan, Sir Renfel. Lanjutkan ceritanya."

[Dief] "Aku sangat penasaran!"

Klima merasakan keringat dingin mengalir di dahinya. Dan Shellan bukanlah orang yang akan melepaskan mangsanya.

[Shellan] "Pertama, katakan mengapa nama belakang sang Putri adalah Vasheyd. Vasheyd nama keluarga Kerajaan Sharka, kan?"

[Klima] "Sa, saya..."

Klima menarik lengan bajunya untuk menyeka keringat di dahi.

Dan itulah permulaan dari segalanya.

[Dief] "Shellan, tahu tidak..."

[Shellan] "Nanti saja. Panggil aku sebentar lagi. Aku sedang sangat pusing sekarang."

[Dief] "Ah, aku juga mau bilang. Aku juga pusing sekarang."

[Shellan] "Ya. Aku rasa ada batasnya bagi seorang anak untuk menerima masa lalu pria tua mereka."

Keduanya sangat terkejut.

Tapi kejutan yang sedikit melenceng dari perkiraan Klima.

Yang membuat anak-anak terkejut bukanlah kejahatan Blini Vasheyd, melainkan fakta bahwa kedua pria tua mereka memiliki mantan kekasih di masa lalu.

Anak-anak yang melepaskan Klima merosot tak berdaya di ayunan di halaman belakang. Mereka bahkan tidak punya energi untuk kembali ke kamar.

Meskipun mereka pintar, mereka tetaplah anak-anak. Naluri emosi mereka belum matang.

Dann bagi anak-anak, memiliki kekasih di masa lalu sama seperti pengkhianatan mutlak.

[Shellan] "Aku pikir Ayah dan Ibu benar-benar saling mencintai."

Dief menahan diri untuk tidak menangis mendengar gumaman Shellan yang linglung.

[Dief] "......Aku juga."

Kemudian mereka terdiam sejenak. Shellan yang otaknya tidak berfungsi seperti biasanya, mencoba berpikir keras dan tiba-tiba berteriak.

[Shellan] "Mungkin kita salah dengar!"

[Dief] "Apa?"

Dief mengangkat kepalanya yang tertunduk karena tidak kuat menahan beban depresi.

[Shellan] "Sir Renfel bilang dia mendengar kejadiannya, dia tidak bilang dia melihatnya sendiri."

[Dief] "Ah......?"

[Shellan] "Jadi, mungkin seseorang memberitahunya informasi yang salah."

[Dief] "Terus?"

[Shellan] "Jadi kita harus bertanya lagi. Kepada orang yang benar-benar tahu kejadian di masa lalu."

Tepat saat itu, muncul seseorang yang pasti mengetahui banyak hal.

[Fermos] "Lho? Apa yang kalian lakukan di sani? Bukankah sekarang waktunya pelajaran?"

Dia adalah Fermos.

Fermos orang tersibuk di seluruh Nauk. Karena itu, pergerakannya juga paling sulit ditebak. Bahkan sekarang, tidak jelas dari mana dia muncul.

Tapi, dia mengenakan pelindung kulit di lengannya yang digunakan untuk melatih elang, jadi sepertinya dia baru saja memeriksa pesan atau kembali setelah melatih burung pembawa pesan.

[Shellan] "Hari ini dibatalkan. Kami berencana piknik."

[Fermos] "Ah, begitu. Tapi...?"

Fermos yang merentangkan kedua tangannya, memiringkan kepala.

Reaksi Shellan aneh.

Fermos yakin. Jika diminta menyebutkan orang yang paling disukai Putri Shellan di dunia ini, dia pasti masuk di dalam tiga besar. Bahkan sering kali Shellan terlihat lebih menyukainya daripada Black.

Jadi, pada hari mereka kebetulan bertemu seperti ini, seharusnya Shellan berlari menghampirinya dengan gembira. Kedua tangan yang berniat menggendong Shellan di bahunya menjadi canggung.

[Fermos] "Apa kalian mengalami hal buruk?"

Tidak mungkin kasih sayang Shellan hilang atau berpindah dalam waktu singkat. Itu tidak boleh terjadi. Berkat kasih sayang Shellan, Fermos selalu membuat orang lain merasa iri, bahkan terkadang Black pun terlihat cemburu.

Fermos mendekati anak-anak.

Meskipun kedua tangannya yang canggung masih terentang, Shellan sama sekali tidak berniat bangkit dari ayunan yang tidak bergerak.

Shellan tiba-tiba bertanya.

[Shellan] "Sir Fermos juga tahu. Benar, kan?"

Sebuah pertanda buruk dari tatapan matanya yang tidak lagi mengandung kasih sayang seperti yang biasa Fermos lihat.

[Fermos] "Maaf, saya tidak mengerti maksud Anda, Putri."

[Shellan] "Jangan pura-pura. Kau juga pasti tahu tentang Putri Alito, kan? Tapi kau tidak pernah mengatakan sepatah kata pun padaku."

[Fermos] "Astaga, bagaimana Anda bisa mengetahuinya......?"

Fermos dengan cepat memutar otak.

Sejujurnya, masalah ini sudah dia duga akan terjadi, sejak Pangeran Alito yang bodoh membawa seorang putri dengan wajah sama persis dengan Blini Vasheyd.

Mustahil bagi orang sepintar Putri Shellan tidak menghubungkan reaksi orang tuanya dengan masa lalu.

Masalahnya adalah apa dan sejauh mana yang Shellan ketahui.

[Fermos] "Mohon maaf, itu bukan urusan yang bisa saya bicarakan, Putri."

Fermos memulai dengan permintaan maaf yang hati-hati. Saat ini, meredakan amarah Shellan adalah prioritas.

[Fermos] "Masa lalu adalah urusan kedua Yang Mulia, dan saya tidak berani..."

[Shellan] "Apa kau mengakui bahwa mereka menyuruhmu untuk bungkam?"

[Fermos] "Tidak, bukan mengaku. Mengaku adalah perbuatan yang hanya dilakukan oleh orang yang bersalah."

[Shellan] "Mengkhianati kepercayaan yang aku berikan padamu adalah sebuah kejahatan."

[Fermos] "Astaga, Putri. Tolong tarik ucapan Anda. Kepercayaan yang Anda berikan pada saya masih kokoh di tempat yang sama!"

[Shellan] "Aku tidak percaya."

[Fermos] "Sungguh! Saya bahkan bersumpah demi Sembilan Air Terjun!"

[Shellan] "Kalau begitu, buktikan."

[Fermos] "Apa?"

Fermos punya firasat.

Anak-anak tumbuh jauh lebih cepat dari yang dia kira. Sekarang, kedua Yang Mulia tidak akan pernah bisa menyimpan rahasia dari anak-anak. Bahkan jika itu untuk melindungi mereka.

[Shellan] "Apa Ayah benar-benar mantan kekasih Putri Alito?"

[Fermos] "......"

Dan pertumbuhan anak-anak juga memiliki saat yang membuat orang dewasa yang mengawasi mereka menjadi cemas.

[Shellan] "Bagaimana... Bagaimana itu bisa terjadi! Bagaimana!"

[Dief] "Tidak mungkin..."

Dan akhirnya, anak-anak menangis.

Fermos yang wajahnya pucat berusaha keras menenangkan anak-anak.

[Fermos] "Tidak, itu... Putri. Tolong jangan menangis. Tuanku memang pernah menjalin hubungan dengannya, tapi itu sudah tidak berlaku. Hubungan mereka berakhir lama sebelum Ayah dan Ibu Anda bertemu, dan itu sungguh bukan apa-apa, hanya hubungan seperti angin lalu..."

[Shellan] "Mereka sepasang kekasih! Berarti mereka saling mencintai!"

[Fermos] "Tidak, maksudku bukan kekasih..."

Mendengarnya, Dief yang terisak menelan ludah dengan tergesa-gesa.

[Dief] "Apa? Dia memberikan cincin tapi mereka bukan kekasih?"

[Fermos] "Tidak, itu..."

[Shellan] "Aneh... Laki-laki memberikan cincin berarti melamar, kan?"

Shellan menangis lebih keras.

[Shellan] "Hiks! Dia bahkan melamar! Dia mencintainya! Bukan Ibu!"

Fermos terkejut dan melambaikan kedua tangannya.

[Fermos] "Tidak! Tuanku sama sekali tidak pernah mencintainya!"

[Shellan] "Jangan bohong! Mereka sepasang kekasih dan dia bahkan melamarnya, bagaimana mungkin itu bukan cinta!"

[Fermos] "Itu..."

Setelah Klima, Fermos juga mulai berkeringat dingin.

Andaikan memang seperti itu, Black akan menjadi pria yang memberi cincin kepada wanita yang tidak dia cintai, padahal Black hanya bertemu dengannya beberapa hari, tapi tidak pernah melamarnya. Dan di mata masyarakat, pria seperti itu adalah sampah.

[Fermos] "Dia memang memberikan cincin, tapi sebenarnya lebih seperti dicuri."

Fermos memutuskan untuk sedikit berbohong demi kehormatan Tuannya.

[Dief] "Ah...? Putri Alito mencuri cincinnya...?"

[Shellan] "Ayah tidak memberikannya?"

[Fermos] "Iya, mungkin. Saya tidak ada di sana, jadi saya tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri... Tapi kalian berdua tahu, kan, cincin itu adalah harta karun dan rahasia yang diturunkan di Keluarga Kerajaan Gainers?"

Anak-anak mengangguk sambil menggosok mata yang basah.

[Dief] "Ya."

[Shellan] "Ya. Ibu yang memberitahu kami."

[Fermos] "Cincin seperti itu tidak bisa diberikan sembarangan kepada orang lain. Cincinnya pasti di curi."

[Dief] "Kalau begitu, dia tidak melamar?"

[Fermos] "Tentu saja tidak. Melamar Putri yang kotor itu... sama sekali tidak mungkin."

[Shellan] "Kalau begitu Sir Renfel salah menerima informasi?"

[Fermos] "Tentu! Bajingan itu bahkan tidak ada di Blue Warren saat itu! Dia bicara tanpa tahu apa-apa!"

Fermos yang terdesak memfitnah Klima sebagai pembohong.

Tapi itu sebuah kesalahan.

Shellan berhenti menangis. Mata birunya yang basah oleh air mata menjadi lebih biru.

[Shellan] "Kau berbohong."

[Fermos] "Apa, apa...? Tidak, mengapa Anda mengucapkan tuduhan tidak adil, Putri."

[Shellan] "Sir Renfel tidak berbohong. Dia akan mengatakan tidak tahu, jika dia memang tidak tahu."

[Fermos] "Tidak... Saya tersinggung, Putri. Anda percaya padanya tapi tidak percaya saya?"

[Shellan] "Perkataan kalian berdua berbeda. Berarti salah satu dari kalian berbohong, dan jika aku harus memilih satu orang di antara dirimu dan Sir Renfel yang kemungkinan besar bohong adalah dirimu."

Fermos memegangi dadanya.

[Fermos] "Sungguh menyakitkan, Putri. Saya sudah bersumpah demi Sembilan Air Terjun."

[Shellan] "Kalau begitu kau harus mengatakan yang sebenarnya. Apa cincin itu benar-benar dicuri? Cincin yang merupakan harta karun kerajaan?”

[Shellan] “Ayah bahkan sampai butuh enam tahun untuk menemukannya? Apalagi yang mencuri Putri Alito. Itu lebih aneh lagi. Padahal Ayah berteman baik dengan Pangeran Alito sebelum dia datang ke Nauk. Keduanya sangat dekat, tapi dia tidak tahu Putri Alito yang mencuri cincinnya? Selama enam tahun?"

[Fermos] "Itu..."

[Shellan] "Dan yang terpenting, pasti ada alasannya. Kenapa dia mencuri cincin? Jika dia tidak punya kleptomania patologis, dia tidak punya alasan untuk mencurinya. Dia bisa saja membelinya sendiri."

(T/N: Gangguan mental di mana seseorang memiliki dorongan yang tidak bisa dikendalikan untuk mencuri, terlepas dari nilai atau kegunaan barang tersebut.)

[Fermos] "......"

Dia tidak punya ucapan untuk membantahnya.

Fermos bergumam di dalam hati.

Maafkan aku, Tuanku. Ini semua karena Putri terlalu pintar... Tidak, Ini gara-gara Tuanku sembarangan menjalin hubungan di masa muda. Jadi, selesaikanlah sendiri...

[Fermos] "Maafkan saya, Putri. Saya tidak bisa mengatakan lebih dari itu."

[Shellan] "Jika kau bohong sekarang, aku tidak akan pernah bermain catur denganmu lagi. Cincin itu tidak di curi, kan? Ayah adalah kekasih Putri Alito, seperti kata Sir Renfel?"

Berarti Fermos tidak akan lagi masuk di antara tiga orang yang paling Shellan sukai.

Fermos segera buka mulut.

[Fermos] "Ya, dia tidak mencurinya. Tuanku memberikannya sebagai hadiah."

Krisis mulai melanda Kerajaan Nauk yang damai dan tanpa masalah selama delapan tahun sejak si kembar lahir.

JANGAN REPOST DI MANA PUN!!!


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bottom of page