A Barbaric Proposal Side Story 34
- Crystal Zee

- 20 Des 2025
- 6 menit membaca
Duel Tanpa Senjata
Mencari tahu rahasia secara langsung akan terlalu membuang tenaga. Terlebih lagi, jika lawan yang dihadapi adalah Randall dan Fermos, itu hampir mustahil dilakukan.
Jadi, Shellan mencari siasat lain, yaitu menggunakan orang yang tepat.
[Ashker] “Hmm... Dari mana Anda mendengarnya, Putri?”
Upayanya tidak mudah, bukan karena para ksatria cukup cerdik untuk memahami muslihat Shellan, melainkan karena mereka menjunjung tinggi loyalitas yang teguh sebagai prinsip dasar.
[Shellan] “Apakah kau pikir itu penting? Yang penting adalah keberadaan rahasia itu.”
[Ashker] “Hmm... Walaupun saya sangat tidak sopan untuk mengatakan ini, Putri, saya sulit percaya ada rahasia di antara Ksatria, apalagi rahasia yang pertama kali disadari oleh orang luar.”
Namun, itu respons yang sudah diperkirakan oleh Shellan yang cerdas.
[Shellan] “Tentu, aku mengerti reaksi Sir Ashker. Daripada kau meragukan sumber perkataanku, kenapa kau tidak langsung bertanya kepada mereka?”
[Ashker] “Hmm, sepertinya saya harus melakukannya.”
[Shellan] “Bahkan jika kau tahu apa rahasianya, kau tidak perlu memberi tahuku. Aku tidak penasaran dengan rahasia para Ksatria.”
Setelah itu, Shellan berbalik dengan santai, bibirnya terhiasi senyum puas.
[Fermos] “Apa? Bajingan gila ini!”
Fermos langsung meledak marah setelah memeriksa surat yang baru saja tiba.
[Randall] “Ada apa?”
[Fermos] “Katanya, kelinci sudah keluar dari sarangnya.”
[Randall] “Apa? Bukankah itu gila? Secepat ini?”
[Fermos] “Iya, benar. Bajingan gila itu. Bukankah seharusnya sekarang mereka sedang asyik merompak? Kenapa mereka malah merangkak menuju daratan?”
[Randall] “Apakah informasinya tepercaya?”
[Fermos] “Apa yang kau tanyakan? Aku selalu menggunakan sumber yang sama.”
[Randall] “Hah. Ini benar-benar aneh.”
Awalnya, Fermos berencana mengambil cuti pada musim dingin. Saat ini baru awal musim panas, yang berarti cutinya masih lama. Namun, Fermos, yang sudah sangat bersemangat, menggunakan informan untuk melacak pergerakan bajak laut Rambasol.
Perompakan tentu saja merupakan pekerjaan musiman. Terutama bagi bajak laut dengan wilayah yang sudah mapan seperti Rambasol.
Walaupun beberapa bajak laut berpindah-pindah perairan untuk menghindari cuaca dingin, tidak dengan Rambasol.
Mereka merompak sepuasnya di musim panas, berlabuh di daratan sebelum pelabuhan membeku, menghabiskan musim dingin, dan melaut lagi di musim semi—sebuah gaya hidup yang stabil.
[Randall] “Apa alasannya? Jangan-jangan mereka memutuskan pensiun?”
Wajah Randall menjadi tegang.
Kabar terburuk yang tak boleh didengar saat ini adalah pensiunnya Rambasol. Mereka harus menjadi perompak agar ada gunanya untuk ditangkap dan dihajar. Mengejar para mantan perompak yang sudah ‘mencuci tangan’ sama sekali tidak berarti.
[Fermos] “Tidak. Tidak ada kata-kata seperti itu.”
[Randall] “Mungkinkah ada kemungkinan lain? Mereka biasanya berlayar saat-saat sekarang, kenapa tiba-tiba saja...”
[Fermos] “Ah, benar juga.”
Fermos memotong ucapan Randall, berarti dia baru saja memikirkan sesuatu.
[Fermos] “Jika bukan musimnya, kelinci tidak seharusnya keluar dari sarang... Ah, kalau begitu mungkinkah?”
[Randall] “Mungkinkah?”
Jika para bajak laut itu buru-buru naik ke daratan, bahkan harus berlayar jauh ke tempat seperti Blue Warren, tidak banyak alasannya.
[Fermos] “Mungkinkah ada jarahan yang harus segera disingkirkan?”
[Randall] “Hah, kalau begitu?”
Mata Fermos dan Randall menyala-nyala.
Itu alasan yang masuk akal.
Mereka telah menjarah sesuatu, dan barang curian itu tidak bisa disimpan di kapal sampai musim dingin. Mereka harus segera menyingkirkannya. Jadi, mereka rela menanggung kerugian dengan memutar balik kapal demi berlabuh di daratan.
Dan jika itu benar, maka tugas memenggal kepala Rambasol akan menjadi berkali-kali lebih memuaskan dan membahagiakan.
[Fermos] “Aku harus mengerahkan lebih banyak informan. Kita harus mencari tahu apa yang dibawa oleh para kelinci itu.”
[Randall] “Ya, cepatlah.”
[Fermos] “Oh, kau juga harus menyumbang.”
[Randall] “Apa? Menyumbang apa?”
[Fermos] “Informannya mahal. Lagipula, kasus yang sekarang ini aku bayar pakai uangku sendiri.”
[Randall] “Mana bisa seorang Kanselir mengambil uang saku tukang pedang. Ke mana perginya harta yang sudah kau kumpulkan selama ini?”
[Fermos] “Menurutmu aku melakukan ini karena pelit?”
[Randall] “Tentu saja.”
[Fermos] “Aku ingin menunjukkan bahwa kau juga berpartisipasi secara aktif dalam urusan ini.”
[Randall] “Jangan khawatir. Aku akan sangat bersemangat sampai kau harus menahanku.”
[Fermos] “Bagaimana kalau kau tiba-tiba menarik diri?”
[Randall] “Mengapa aku melakukan kegilaan seperti itu?”
[Fermos] “Dalam hidup, kau tidak pernah tahu. Walaupun sekarang kau ingin ikut, mungkin saja nanti kau merasa sayang dengan cutimu, kan?”
Randall tertawa mengejek, seolah tak percaya.
[Randall] “Ini pekerjaan yang harus dilakukan, bahkan jika aku harus mengambil cuti paksa! Kekhawatiran macam apa itu...”
[Fermos] “Makanya, sumbang sedikit. Aku tidak akan meminta banyak.”
[Randall] “Hah. Sungguh. Kapan penyakitmu yang sering curiga ini akan sembuh?”
[Fermos] “Tidak akan sembuh sampai aku masuk peti mati. Bagaimanapun, kau akan menyumbang, kan?”
Faktanya, alasan Fermos tentang 'tidak percaya' dan semacamnya hanyalah dalih. Jika ini pekerjaan yang dia lakukan sendirian, tentu dia akan menggunakan uangnya sendiri.
Namun, karena Randall ikut campur dan harus berbagi kesenangan, tidak mungkin Fermos menanggung biayanya sendiri. Tentu saja, biayanya harus ditanggung bersama.
[Randall] “Ah, baiklah. Aku akan menyumbang sedikit. Tapi, uang makan dan penginapan di sana harus dibayar oleh Kanselir, kan?”
[Fermos] “Dasar pelit. Kenapa kau mengkhawatirkan hal seperti itu. Baiklah, kira-kira berapa—”
[Ashker] “Wah, ternyata benar.”
Namun, suara lain menyela percakapan mereka.
[Fermos] “Wah, sialan! Siapa itu!”
[Randall] “Siapa!”
Fermos dan Randall melompat kaget saat melihat Ashker menyembulkan kepala dari bawah meja kantor.
Ashker mengusap-usap lengannya yang mulai kesemutan karena dipaksa meringkuk di ruang sempit dan menatap tajam ke arah kedua pria itu.
[Ashker] “Apa maksudnya kelinci, heh?”
[Fermos] “Dasar brengsek! Kenapa kau bersembunyi di sana!”
[Randall] “Sungguh lancang, kau bajingan! Kenapa kau melakukan hal yang tidak pernah kau lakukan!”
[Ashker] “Melihat kalian tidak menjawab dengan cepat, perkataan Putri memang benar.”
Saat nama Shellan disebutkan, raut wajah Fermos dan Randall berubah.
[Fermos] “P-Putri? Kenapa dia? Keluar dari sana!”
[Ashker] “Bukankah kalian berdua yang lebih tahu?”
Fermos dan Randall saling bertukar pandangan.
Demi memperpanjang cuti mereka, mereka sedang melakukan tindakan memalukan dengan menahan paksa anak-anak yang merindukan pria tua mereka. Mustahil mereka tidak merasa bersalah.
Apalagi jika Putri Shellan sampai tahu faktanya, keduanya tidak seharusnya memikirkan perburuan bajak laut, tetapi harus segera mengejar Putri dan memohon maaf dengan sekuat tenaga.
[Fermos] “Apa tepatnya yang Putri katakan?”
Tanya Fermos dengan wajah pucat pasi.
[Fermos] “Putri...”
[Shellan] “Ya, Sir Fermos.”
Shellan dan Fermos berhadapan.
Hanya seorang anak kecil yang manis dan seorang pemuda tampan yang berhadapan, tetapi suasana di antara mereka dingin.
Fermos menatap Shellan dengan kedua tangan disatukan di bawah hidungnya.
Shellan tersenyum cerah sambil menopang dagu dengan satu tangan.
Namun, suasananya tetap dingin. Walaupun sulit untuk mengetahui suasananya dari mereka berdua, ekspresi orang-orang di sekitar mereka terlihat tegang.
Entah mengapa, ada ketegangan yang terus terasa. Suasana ini bahkan tidak setegang ketika Shellan dan Fermos bermain catur dengan taruhan jatah uang saku setahun.
[Fermos] “Apa yang Anda inginkan?”
[Shellan] “Aku yakin kau tidak mungkin tidak tahu, Sir.”
[Fermos] “Tidak, saya tidak tahu.”
Fermos menanggapi Shellan dengan sangat serius.
[Fermos] “Saya kira Anda ingin pergi ke Kastil Bellisa. Karena itu, Anda berusaha menghubungi Renfel. Namun, saya sama sekali tidak mengerti motif di balik usaha Anda untuk menciptakan keretakan di antara para Ksatria dengan tuduhan tak berdasar. Melakukannya tidak akan membuat Anda bisa pergi ke Kastil Bellisa, kan?”
[Shellan] “Tuduhan tak berdasar, katamu? Kau menggunakan bahasa yang tidak jelas dan emosional, tidak seperti dirimu yang bisa, Sir.”
Shellan menambahkan seringai.
[Shellan] “Kau tidak bisa menyangkalnya, kan?”
[Fermos] “...”
Jawabannya benar.
Fermos menyembunyikan rasa malunya dengan gerakan kecil mengusap alis menggunakan ujung jarinya.
[Fermos] “Putri juga tidak menjawab pertanyaan saya. Saya ulangi pertanyaannya. Apa yang ingin Anda peroleh dengan mengganggu persatuan para Ksatria?”
[Shellan] “Hmm... Kalimat yang baru saja kau gunakan salah dalam aspek waktunya.”
[Fermos] “Di mana letak kesalahannya?”
[Shellan] “Aku tidak mengganggu persatuan para Ksatria, tapi berencana mengganggunya di masa depan. Dan aku tidak berusaha memperoleh sesuatu, tapi sudah memperolehnya.”
Fermos sedikit membuka mulutnya seolah baru saja dipukul.
[Fermos] “Mungkinkah... berarti...!”
[Shellan] “Ya.”
Percakapan di antara keduanya terasa seperti duel yang dilakukan dengan pedang tak terlihat.
[Shellan] “Yang ingin aku peroleh adalah negosiasi denganmu, dan persatuan para Ksatria akan dipertahankan berdasarkan hasil negosiasi ini.”
Artinya, jika Fermos tidak mendengarkannya sekarang, Shellan akan menangkap para ksatria Arsak satu per satu dan menyebarkan kabar bahwa Fermos menyembunyikan rahasia. Ashker hanyalah permulaan.
Fermos mengusap keningnya.
[Fermos] “Putri.”
[Shellan] “Jadi, kapan kita pergi ke Kastil Bellisa?”
Fermos mengusap keningnya sekali lagi.
Sudah lama sekali dia merasakan keinginan untuk menyeka keringat dingin yang sebenarnya tidak ada. Dan orang yang membuatnya merasa seperti itu adalah Black di masa mudanya yang penuh semangat.
Dengan kata lain, berarti Fermos tidak memiliki cara untuk mengalahkan Shellan saat ini.
[Fermos] “Itu... agak sulit sekarang.”
[Shellan] “Mengapa? Karena Ayah akan marah?”
[Fermos] “Buka... dia...”
[Shellan] “Tapi, jika Ksatria Arsak saling bertengkar karena kau hanya berbagi rahasia dengan Sir Randall, apakah Ayaha tidak akan marah karenanya?”
[Fermos] “Haa... Putri,”
Fermos menghitung kemungkinan yang akan terjadi jika seluruh Ksatria mengetahui perburuan bajak lautnya, sesuai dengan ancaman Shellan.
Semuanya akan menjadi sangat merepotkan. Dia mungkin akan kesulitan menyingkirkan para ksatria yang akan ikut campur.
Namun, itu lebih baik daripada cutinya sendiri yang dibatalkan.
[Fermos] “Mohon maaf karena tidak bisa mengikuti permintaan Anda. Saya lebih memilih risiko rahasia saya terbongkar daripada melanggar perintah Tuanku. Rahasia saya tidak akan pernah lebih penting daripada keselamatan Keluarga Kerajaan Nauk.”
Fermos sudah siap jika Shellan akan mengerutkan wajahnya yang menggemaskan dan mencurahkan rasa dikhianati untuk menyiksa hati nurani Fermos.
Namun, Shellan berusia delapan tahun. Dia lebih pintar daripada yang Fermos ketahui.
[Shellan] “Negosiasi ini gagal, ya. Jadi, aku sudah menyiapkan langkah selanjutnya.”
[Fermos] “Apa? Apa maksud Anda?”
[Shellan] “Tadi aku bertanya pada Sir Ashker.”
[Fermos] “Apa yang dia katakan?”
Fermos percaya. Seberapa pun Ashker memiliki sifat ember dan ceroboh, dia tidak mungkin menceritakan tentang perburuan bajak laut kepada Putri Shellan.
[Shellan] “Kau tidak perlu terlalu khawatir. Dia juga tidak tahu rahasiamu. Tapi, aku berhasil mendengar kabar bahwa kau menerima surat tadi.”
[Fermos] “...HAH!”
Fermos tanpa sadar berdiri dari duduknya.
Pada saat yang sama, Shellan menyeringai.
[Shellan] “Menurutmu, Dief sedang ada di mana sekarang?”
Seringai seorang pemenang.
JANGAN REPOST DI MANA PUN!!!

Komentar