top of page


Bastian Chapter 142
Anjing peliharaan Kaisar baru saja menggigit tangan tuannya sendiri.
“Dengar, Mayor Klauswitz…”
“Saya akan mematuhi perintah apa pun yang dikeluarkan oleh Kaisar dalam kapasitas beliau sebagai pemimpin militer kekaisaran. Namun, istri saya berada di luar yurisdiksi militer, sehingga saya tidak berkewajiban untuk patuh buta,” ucapnya, menegaskan pembangkangan dengan nada yang tetap santun dan penuh loyalitas.
Countess Trier menahan napas. Bastian saat ini bagaikan bilah p
22 Jan


Bastian Chapter 141
Malam ini, Odette kembali terlelap sangat dalam. Bastian menutup pintu tanpa suara, lalu melangkah jinjit melintasi ruangan. Pelayan yang sedari tadi menjaga kamar Odette segera bangkit dan undur diri dengan tenang. Setelah menyampirkan mantel di sandaran kursi, ia mengambil alih tugas sang pelayan—menjaga istrinya.
Di bawah remang lampu nakas, wajah Odette tampak lebih tenang dibandingkan tadi pagi. Ia sudah tertidur sejak mereka kembali ke mansion; Bastian sendiri yang meng
22 Jan


Bastian Chapter 140
Franz bahkan tak sadar kapan pisau berpindah tangan. Saat menyadarinya, segalanya sudah terlambat. Ia terjerembap telentang dengan Bastian menindihnya, menggenggam pisau itu dengan tatapan mematikan. Segalanya terjadi secepat kedipan mata.
Franz meledak dalam tawa histeris, meski punggungnya terasa terbakar rasa sakit. Ia tahu tak akan pernah bisa menang melawan Bastian, namun ia pikir serangan mendadak akan berhasil. Ternyata, ia salah besar.
“Lihatlah bagaim
21 Jan


Bastian Chapter 139
Mobil Bastian melesat lewat tanpa keraguan sedikit pun. Odette membiarkan tangannya yang lemas jatuh dari kaca jendela; harapan yang tadi sempat membumbung kini luruh tak bersisa.
Odette nyaris tak percaya pada keberuntungannya saat melihat mobil Bastian datang dari arah berlawanan, tepat ketika ia sedang berjuang melepaskan ikatan di tangannya. Lelaki itu adalah harapan terakhirnya, namun seperti yang sudah-sudah, Bastian selalu berada di luar jangkauan.
“Kita har
21 Jan


Bastian Chapter 138
Seekor kucing liar mendadak muncul di taman, memicu kegaduhan bagi Margrethe. Meski tubuhnya mungil, Odette mencengkeram tali kekang anjing itu dengan kuat agar tidak terlepas.
“Jangan, Meg. Jangan mengejar kucing itu.”
Margrethe seolah mengerti perintahnya; ia segera patuh dan duduk tenang di sisi Odette. Baru saat itulah, raut tegas di wajah Odette melunak menjadi senyuman. Ia mengusap belakang telinga Margrethe sembari membisikkan pujian.
Ia melangkah perlahan me
21 Jan


Bastian Chapter 137
“Terima kasih banyak, Dora,” bisik Odette.
Margrethe melompat girang ke dalam kamar. Ekornya mengibas liar ke sana kemari sebelum ia mulai menjilati wajah Odette dengan antusias.
“Hanya satu jam,” peringat Dora. Gurat cemas membayangi wajahnya karena telah berani melanggar perintah sang tuan rumah. Ia sempat mengira hukuman memisahkan Odette dari anjingnya hanyalah amarah sesaat, namun nyatanya, ini sudah berlangsung selama lima belas hari.
Bastian menyita Mar
21 Jan


Bastian Chapter 136
“Saya mohon maaf, Tuan, tetapi kami tidak bisa menerima tamu saat ini. Silakan datang kembali lain waktu, setelah kondisi kesehatan Nyonya membaik."
Maximin menatap sang kepala pelayan yang berdiri tegak di ambang pintu dengan tatapan datar tak berekspresi.
Kecurigaannya kian menebal. Sangat tidak wajar bagi seorang teman dekat keluarga diperlakukan seburuk ini, meski ia datang tanpa janji temu.
"Aneh sekali. Aku sudah berkirim surat, tapi tak ada balasan.
31 Des 2025


Bastian Chapter 135
"Mengakui rumor itu benar akan memberimu alasan untuk meninggalkanku dan keluar dari kekacauan ini. Franz akan terjebak, dan aku akan dicap buruk sebagai pezina yang berselingkuh dengan saudara tirimu. Ini akan menguntungkanmu dalam banyak hal."
Odette merasa di atas angin saat memaparkan rencananya.
Bastian hanya membisu, bayangan Odette jatuh menimpa meja. Saat wanita itu mendekat, aroma khasnya terendus, membuat tangan Bastian mencengkeram alat makan lebih erat.
31 Des 2025


Bastian Chapter 134
Bastian mengerahkan segala upaya untuk menarik kembali semua foto dan artikel berita, namun kabar sudah terlanjur tersebar luas.
Mustahil untuk membendung kebocoran informasi sepenuhnya. Bahkan muncul permintaan pasar gelap untuk foto-foto tersebut, yang nilainya kini melonjak drastis.
"Lihat, aku mendapatkannya..." bisik seorang pelayan, bergegas masuk ke dapur Mansion Ardenne.
"Berikan padaku," perintah seorang pelayan lain dengan nada tegas.
Pelayan yang tampak bersemanga
21 Des 2025


Bastian Chapter 133
Sandrine meletakkan cangkir tehnya. Ia duduk di area luar sebuah kedai teh kecil yang berhadapan langsung dengan Galeri Linder, tempat pameran lukisan Franz Klauswitz digelar.
Para tamu mulai berdatangan, tak sabar menanti upacara pembukaan. Di antara kerumunan, tampak para jurnalis dan kritikus dari berbagai surat kabar terkemuka—semuanya orang-orang yang diundang Sandrine secara pribadi.
Waktu yang tersisa tinggal tiga puluh menit lagi. Sandrine menghitung mundur setiap de
21 Des 2025


Bastian Chapter 132
Odette membeli tiket untuk kereta pertama yang meninggalkan stasiun. Kereta yang menuju Lechen.
Desakan untuk segera pergi mendorongnya masuk ke dalam gerbong tanpa sempat melirik tiketnya untuk kedua kali. Kesadaran bahwa ia tengah menuju negara asing mengirimkan rasa dingin yang menjalar di punggungnya, namun ia tidak punya pilihan lain.
Dan pria itu ada di sana.
Luka parut di pipinya tampak sangat mencolok. Odette pernah berpapasan dengannya di
20 Des 2025


Bastian Chapter 131
Odette melangkah keluar dari sesi wawancara dengan senyum lebar yang merekah di wajahnya. Suasananya sangat kontras dibandingkan saat ia pertama kali datang dan menekan bel pintu dengan perasaan serba cemas dan khawatir.
Langkah pertama telah ia ambil, dan selagi ia melamunkan prospek masa depan di hadapannya, ia tidak menyadari bahwa ia telah melangkah jauh ke jalanan.
Ibu kosnya yang ketat telah menyarankan seorang kenalan yang ingin anak perempuannya belajar
20 Des 2025


Bastian Chapter 130
Odette pindah ke akomodasi ketiganya—sebuah pemondokan tenang di kawasan perumahan yang sunyi, dikelola oleh seorang ibu kos yang sangat ketat.
Setelah membongkar sedikit barang miliknya, ia duduk di tepi ranjang untuk mengatur napas. Kamarnya berada di lantai paling atas dan menghadap ke arah utara.
Perapian di sana berjuang menghalau malam yang dingin dan menusuk.
Odette tidak terlalu peduli di mana ia berada, asalkan tempat itu menyenangkan, hangat, dan nyaman.
20 Des 2025


Bastian Chapter 129
Suasana pesta seketika berubah saat Bastian Klauswitz menampakkan diri.
Dengan cepat, kabar yang sebelumnya telah menyebar ke penjuru kota kini menjalar di antara para tamu di aula perjamuan.
Saat Laksamana Demel dan istrinya selesai menyapa semua tamu yang baru datang, perhatian semua orang telah tertuju pada Bastian, termasuk Count Maximin Xanders.
“Aku terkejut dia tidak mencari-cari alasan untuk tidak hadir,” bisik beberapa orang di pesta itu.
20 Des 2025


Bastian Chapter 128
Bastian terbangun dalam fajar biru hari yang baru. Pagi hari ketika segala yang tersembunyi oleh malam, tersingkap dalam cahaya yang baru.
Ia tak perlu melihat jam; kemampuan mengatur waktu adalah keahlian yang dikuasai semua prajurit.
Sambil menggosok wajahnya yang kering dan masih dipenuhi kantuk, Bastian bangkit dari ranjang. Ia menuangkan segelas air dan secara otomatis menjalani rutinitas pagi seperti biasa.
Saat berdiri di bawah guyuran pancuran yang dingin, air menga
7 Des 2025


Bastian Chapter 127
Keller melihat pesanannya yang tidak ia mengerti dan menggelengkan kepalanya. Saat ia menghela napas frustrasi, pelayan itu menatapnya seolah ia adalah penyebab kemarahan Keller.
Ini sudah hari kelima, dan ia sudah cukup mengenal pelayan itu.
"Selamat pagi," kata Keller dalam bahasa Feliain terbaiknya, berusaha membuat pelayan itu merasa tenang.
Ia sama sekali tidak fasih bahasa Feliain, tetapi ia tahu cukup banyak untuk percakapan sopan.
Pelayan itu tersenyum dan pergi set
7 Des 2025


Bastian Chapter 126
Odette melihat ke jam, pukul 03:42, dan ia mempercepat langkahnya melintasi alun-alun.
Meskipun napasnya berat dan ia bisa merasakan ketakutan beraroma logam yang mencekik, ia tidak bisa berhenti.
Meninggalkan kediaman Duke lebih awal dari yang direncanakan memberinya cukup waktu untuk tiba di stasiun tepat waktu.
Meskipun ia khawatir tertangkap basah menguping, itu sudah tidak relevan lagi; dunia Herhardt bukan lagi urusannya.
"Tidak apa-apa, Meg, kita akan baik-baik saja,
21 Nov 2025


Bastian Chapter 125
"Makan siang sudah siap, Nyonya," ucap kepala pelayan Duke.
Norma Catharina von Herhardt mengangguk sambil tersenyum.
Ia menatap para hadirin dengan wajah ceria saat gumaman percakapan tenang perlahan mereda mendengar pengumuman makan siang.
Odette nyaris tak memperhatikan, masih menatap hampa pada cangkir teh di tangannya.
"Baiklah, kalau begitu, haruskah kita bergerak ke tempat duduk?" ujar Norma, memberi isyarat kepada semua orang untuk menuju meja makan siang. Perhatian
21 Nov 2025


Bastian Chapter 124
Odette terbangun dari sisa-sisa mimpi yang ia kenal, mimpi yang sudah ia alami beberapa kali, yaitu berjalan di bawah cabang-cabang pohon hijau cerah di puncak musim panas.
Dalam mimpi itu, ia akan bertemu dengan seorang pria yang ia kenal hanya sebagai titik balik matahari musim panas, berdiri di tengah jalan.
Ia tahu ia tidak bisa terluka di sana, dan di bawah bayangan berenda pepohonan, ia menegakkan kepalanya.
Odette menghela napas dan duduk di tempat tidur.
18 Nov 2025


Bastian Chapter 123
Molly terhuyung mundur karena terkejut, mengangkat tangan untuk memegangi pipinya di tempat Odette menamparnya. Ia hampir tidak bisa memahami apa yang telah terjadi.
"Kau pikir kau siapa, memukulku?" kata Molly, matanya melebar.
"Aku sarankan kau pergi pada kesempatan pertama yang kau dapatkan, dan jangan pernah berpikir untuk mengadu pada Bastian," kata Odette datar.
"Lucu sekali," Molly menyeringai, "sekarang kau memutuskan untuk berperan sebagai istri yang baik, bahkan set
18 Nov 2025
bottom of page