Bastian Chapter 127
- Crystal Zee

- 7 Des 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 20 Des 2025
Fanatik dan Pemuja
Keller melihat pesanannya yang tidak ia mengerti dan menggelengkan kepalanya. Saat ia menghela napas frustrasi, pelayan itu menatapnya seolah ia adalah penyebab kemarahan Keller.
Ini sudah hari kelima, dan ia sudah cukup mengenal pelayan itu.
"Selamat pagi," kata Keller dalam bahasa Feliain terbaiknya, berusaha membuat pelayan itu merasa tenang.
Ia sama sekali tidak fasih bahasa Feliain, tetapi ia tahu cukup banyak untuk percakapan sopan.
Pelayan itu tersenyum dan pergi setelah meletakkan pesanannya di atas meja, sebuah roti lapis sederhana yang dimakan Keller dengan lahap, sambil memandang ke seberang kafe, ke penginapan tempat Odette Klauswitz menginap.
Keller menduga Bastian mulai kehilangan akal sehat, menjadi terlalu paranoid ketika ia menginstruksikannya untuk mengawasi istrinya, padahal istrinya hampir selalu bersama Bastian.
Ia sedikit lega ketika Bastian mengubah perintah untuk mengikuti pasangan Becker, yang akan menikah dan mengikuti mereka menyeberangi lautan.
Pada menit terakhir, tepat ketika Keller memuat barang bawaannya ke kapal emigrasi, ia menerima surat lain dari Bastian, yang sekali lagi mengubah perintahnya untuk mengikuti Odette di Carlsbar.
Kecurigaan Keller bahwa pahlawan perang itu kehilangan akal sehatnya kembali muncul, tetapi sekali lagi sirna ketika menyadari bahwa Odette sedang melarikan diri ke Felia.
Tampaknya Bastian telah memprediksi istrinya melarikan diri ke luar negeri berbulan-bulan sebelumnya.
Tapi mengapa? Bukan urusannya untuk mengajukan pertanyaan seperti itu. Tugasnya hanyalah mengawasi dan melaporkan.
Keller terbiasa bertemu dengan suami dan istri yang paranoid, yang mencurigai perselingkuhan pasangan mereka, tetapi Keller tidak dapat memahami penugasan ini.
Namun, Bastian membayar dengan baik, dan pekerjaannya cukup mudah; Odette bukanlah ahli tipu daya.
Ia bahkan hampir tidak mengenal Bastian, meskipun mereka pernah bertemu sekitar dua puluh tahun yang lalu, saat Carl Illis masih bekerja. Mereka hampir tidak bertukar segelintir kata setelah saling bertukar sapaan sopan.
Ketika Carl Illis meninggal, Keller tidak pernah melihat Bastian lagi, hingga dua tahun yang lalu.
Tepat sebelum Bastian berangkat ke Laut Utara, ia datang ke agen detektif Keller dan memintanya untuk mengawasi istrinya.
Meskipun itu jenis pekerjaan yang paling sering dilakukan Keller, ia terkejut Bastian datang kepadanya.
Desas-desus mengatakan bahwa Bastian dan Odette adalah pasangan paling harmonis di kekaisaran dan saling mencintai.
Labirin pikirannya tumbuh semakin rumit saat ia merenungi motivasi Bastian.
Sepanjang kariernya sebagai detektif, ia mengasah keterampilan membaca orang — namun, niat Bastian Klauswitz benar-benar luput dari pemahamannya.
Tidak seperti arahan penangkapan sederhana, Bastian hanya memintanya untuk memantau dan membuntuti Odette.
Ia juga tidak mengerti mengapa Bastian membiarkan istrinya menanggung kesulitan dalam pelariannya.
Waktu berlalu dan masih tidak ada tanda-tanda Odette muncul keluar dari penginapan.
Ia sudah menghabiskan dua cangkir kopi dan harus segera beranjak atau berisiko ketahuan.
Tepat saat ia membayar tagihan, seorang wanita dengan anjing putih akhirnya muncul dari penginapan itu.
Odette melihat ke atas dan ke bawah jalan dengan hati-hati, lalu bergegas menuju ujung jalan yang paling sibuk.
Ia tidak membawa barang bawaan apa pun, jadi dapat dipastikan ia tidak berencana pergi jauh, mungkin hanya keluar untuk mengajak anjingnya berjalan-jalan.
Bahkan jika Keller tidak dapat memahaminya, misi tetaplah misi.
Keller mengangkat kerah mantelnya, menyembunyikan wajahnya yang terluka, dan mulai mengikuti Odette.
"Apa yang sebenarnya kau pikirkan?" tanya Maria Gross, bibi Bastian. "Dan dengan jumlah masalah yang ditimpakan Kaisar padamu. Kau benar-benar aib dalam keluarga ini," cibirnya.
Bastian dengan tenang meletakkan cangkir tehnya dan menatap Maria dengan senyum lembut.
"Seperti yang kukatakan, Odette hanya mengambil cuti singkat."
"Aku tahu dirimu, Bastian, kau tidak bisa membodohiku. Sungguh mengecewakan."
Maria menatap Bastian, matanya memarahi Bastian.
Istri Bastian melarikan diri, dan pernikahan kecil mereka yang sempurna berantakan.
Rumor yang berasal dari Carlsbar mencapai ibu kota dalam waktu tiga hari. Seiring rumor itu berpindah dari orang ke orang, dari kelompok ke kelompok, rumor itu menjadi semakin dilebih-lebihkan dan liar.
Tuduhan tentang Bastian menganiaya istrinya mulai beredar.
Bastian hanya mengamati semuanya dalam diam, menjalani rutinitas hariannya.
Mereka yang menganggap Bastian sebagai masalah senang menyaksikan reputasinya runtuh.
"Setidaknya katakan padaku yang sebenarnya, apa yang sebenarnya terjadi? Rencana darurat apa yang kau miliki? Apa rencanamu untuk mendapatkannya kembali?"
"Aku pikir aku sudah menjelaskannya cukup banyak."
"Yah, aku tidak berpikir begitu. Aku sudah memastikan bahwa tidak ada rencana perjalanan, dan bahwa Odette hanya pergi mendadak untuk mengunjungi Carlsbar bersamamu dan kembali. Itu semua sudah kita ketahui, jadi jangan mencoba mengubah ceritanya sekarang."
Maria bertekad untuk memeras kebenaran dari Bastian dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerah.
Bastian menghela napas frustrasi dan menuangkan secangkir teh lagi untuk dirinya, sementara ia tenggelam dalam perenungan.
Jika bibinya curiga, mungkin ia punya mata-mata, mungkin kepala pelayan atau pelayan, atau bahkan koki yang sangat cerewet.
Senyum bermain di bibirnya saat memikirkan siapa mata-mata bibinya.
Ia tahu bahwa upaya untuk memaksakan batasan apa pun pada bibinya tidak akan berhasil dan hanya akan memperdalam kecurigaannya.
"Itu keputusan spontan. Setelah pemakaman ayahnya dan saudara perempuannya pindah setelah pernikahan, Odette membutuhkan waktu untuk menyendiri, demi kesehatannya. Aku menyarankan perjalanan ke pedesaan, dan ia langsung setuju."
"Jika memang itu masalahnya, lalu mengapa ia menghilang begitu tiba-tiba dan begitu diam-diam? Seolah melarikan diri di tengah malam. Seharusnya dia pergi dengan penuh gembar-gembor; karena itu caramu, memamerkan kepada dunia betapa kau mencintainya."
"Itu dua tahun lalu. Aku sudah jauh lebih tenang sekarang."
Mata Maria memancarkan kesedihan.
"Yah, bagiku, kau belum tenang, kau belum berubah sama sekali."
Maria sangat mempercayai keponakannya sehingga menyetujui pernikahan itu sejak awal.
Bastian pria yang tidak akan pernah membiarkan dirinya terseret emosi dan membuat kesalahan, tetapi kini Maria melihatnya begitu dibutakan oleh cinta yang bodoh.
"Kau perlu mengakhiri ini. Periode yang dijanjikan Kaisar telah berlalu dan tidak ada gunanya mempertahankan 'orang-orangan sawah' itu berkeliaran, menyebabkan semua drama yang tidak perlu."
Maria mengeluarkan perintah tegas kepada Bastian.
Ini bukan lagi tentang bisnis, karena bahkan tanpa aliansi pernikahan, mereka cukup kuat untuk melawan Jeff Klauswitz.
Kekuatan itu adalah pencapaian terbesar Bastian, jadi tidak ada alasan untuk mempertahankan Odette.
Jika Maria berpikir bahwa Odette merasakan hal yang sama untuk Bastian seperti yang Bastian rasakan untuknya, ia pasti sudah merestui pernikahan mereka sejak lama.
"Kau harus mengatur perceraian sebelum tahun ini berakhir. Odette bertanggung jawab atas semua skandal, jadi Kaisar tidak akan punya dasar untuk bertindak. Jika kau memperjelas tentang siapa yang bertanggung jawab, kita bisa menekan rumor tak berdasar."
"Aku akan menanganinya sesuai dengan apa yang kuanggap perlu. Jangan khawatir, itu tidak akan mengganggu tugas resmiku."
"Demi Tuhan, Bastian, apa kau pikir aku melakukan ini karena dendam kecil?"
Wajah Maria memerah karena marah.
Bastian menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Tentu saja tidak. Aku mengerti mengapa kau khawatir. Aku sudah mengatakan bahwa kau tidak perlu khawatir."
Bastian menarik garis batas dengan nada sopan, tetapi matanya tertuju pada bibinya sedang membeku.
Di saat-saat seperti ini, Bastian persis seperti ayahnya.
Maria bisa melihat hasrat fanatik dalam diri Bastian, bagaimanapun juga ia adalah setengah Klauswitz.
Sama seperti Jeff Klauswitz, yang menjadi liar karena keserakahan untuk menikahi putri seorang pedagang barang bekas yang sukses, lalu mabuk oleh kehormatan yang akan dibawa oleh putri seorang bangsawan, yang kini hanya berakhir dengan tragedi.
Hasrat keluarga Klauswitz berumur pendek, seperti percikan api singkat. Meskipun menyala hebat untuk sementara waktu, tapi tidak berkelanjutan.
Maria tidak menginginkan nasib seperti untuk Bastian, yang juga seorang Illis. Ia menatap keponakannya dengan mata penuh pertimbangan.
Carl Illis adalah kebalikan mutlak dari Jeff Klauswitz. Ia menjalani mendedikasikan hidupnya untuk satu tujuan.
Ketekunan yang membuatnya begitu sukses sebagai pedagang barang bekas, tetapi terlalu memuja tujuannya juga merupakan racun dan menyebabkan kematian putrinya, putri yang membiarkan dirinya dibutakan oleh cinta.
Si Fanatik dan Si Pemuja. Mungkinkah dua sifat yang saling bertentangan secara langsung ada dalam diri satu pria?
"Odette akan segera kembali, dan ketika kembali, aku akan memberitahunya bahwa kau ingin bertemu."
Dengan ekspresi lembut di wajahnya, Bastian bangkit dan mengucapkan selamat tinggal kepada Maria. Pancaran di matanya menyerupai perpaduan antara hasrat Klauswitz dan tekad Illis.
"Bastian," panggil Maria secara impulsif, membuat Bastian berhenti tepat saat mencapai pintu. "Jangan lupa, kau masih punya utang yang harus kau bayar kepada kakekmu."
Maria sadar bahwa nasihatnya akan menambah belenggu lain pada seorang anak yang telah memikul tanggung jawab sejak usia muda. Setidaknya, itu lebih baik daripada berakhir seperti mendiang ibunya.
Bastian keluar dari ruang tamu, memperlihatkan senyum acuh tak acuhnya, dan langkahnya mencerminkan disiplin militer.
Sementara itu, Maria memiliki harapan mendalam agar Odette tidak akan pernah muncul kembali.
Menurutnya, situasi itu yang paling baik bagi kedua belah pihak. Karena ia berpikir, itu pilihan terbaik bagi mereka berdua.
JANGAN REPOST DI MANA PUN!!!

Komentar