top of page


Bastian Chapter 122
Bastian menepati janjinya. Baru setelah pasangan Becker mengumumkan pernikahan mereka, kenyataan situasi benar-benar meresap, meskipun Bastian bertepuk tangan seperti orang lain, itu hanyalah akting.
Upacara berakhir dengan pasangan yang baru menikah berciuman dan menyegel janji mereka.
Odette memberikan tepuk tangan tulus dan mendoakan yang terbaik untuk pasangan itu di masa depan.
Saat di mana semua upaya masa lalu akhirnya membuahkan hasil, dan Odette tahu bahwa semua usa
18 Nov 2025


Bastian Chapter 121
Taman hiburan penuh dengan kehidupan, ramai dengan pengunjung akhir pekan yang tak terhitung jumlahnya.
Odette berenang di antara mereka dengan ekspresi kosong di wajahnya. Ia baru menyadari di mana ia berada ketika lampu berkedip dan suara-suara gembira menembus pikirannya yang jauh.
Sungguh ironis bahwa ia akan menemukan dirinya di tempat ini.
Ia merasa aneh bahwa ia berakhir di sini, bertanya-tanya di jalanan yang gelap tanpa tujuan yang jelas.
Tidak terlalu penting di
18 Nov 2025


Bastian Chapter 120
Dari semua tempat, mengapa harus kamar ini?
Odette melihat sekeliling, ekspresinya kosong. Perabotan, dekorasi, dan bahkan pemandangan Sungai Schulter dan kota Carlsbar di luar jendela sama seperti dua tahun lalu. Bahkan melihat punggung Bastian yang berjalan di depannya pun sama. Seolah-olah ia telah kembali ke musim gugur saat, dua tahun lalu, dan Odette tidak bisa menghilangkannya dari pikirannya.
"Apakah Anda merasa nyaman?" tanya Pelayan. Ia sedikit terlalu bersemangat u
10 Nov 2025


Bastian Chapter 119
Hal pertama yang Odette sadari, ketika membuka mata, adalah langit-langit yang berbeda. Alih-alih bayangan renda biasa yang dilemparkan oleh tirai tempat tidurnya yang berkaki empat, langit-langitnya malah berwarna abu-abu kusam.
"Syukurlah," sebuah suara desahan bergumam dari suatu tempat dalam kabut kebingungan. Odette mengenali suara itu; meskipun nadanya berbeda, tapi masih membangkitkan gambaran hari yang bermandikan sinar matahari.
"Tuan Xanders?" Odette membisikkan nam
10 Nov 2025


Bastian Chapter 118
"Aku mengkhawatirkanmu, kau terlihat tidak sehat," kata Maximin, tidak bisa lagi menahan kekhawatirannya.
Alma dan anjingnya bermain-main di taman. Odette akhirnya menoleh untuk menatap Maximin. Wajahnya disinari matahari yang menembus pergola; ia terlihat bersinar.
"Aku baik-baik saja, Tuan Xanders. Tidak perlu khawatir."
"Yah, sebenarnya, Countess Trier yang paling mengkhawatirkanmu. Ia memintaku untuk menjengukmu karena saat ini ia sedang sibuk dengan kerabat di kota lain.
23 Okt 2025


Bastian Chapter 117
Sandrine melihat ke luar jendela studio Franz Klauswitz dengan penuh minat. Terletak di daerah perumahan dekat Boulevard Préve, jalan itu dipenuhi dengan rumah-rumah kota yang bersih dan berornamen. Fakta bahwa banyak seniman telah menemukan pijakan mereka di sana berkat Franz.
"Pintunya terbuka," terdengar teriakan gembira Noah.
Sambil mengerutkan kening, Sandrine membiarkan tirai jatuh kembali ke jendela dan diam-diam menaiki tangga ke lantai dua. Noah berdiri menunggunya d
23 Okt 2025


Bastian Chapter 116
Meja makan telah disiapkan di tengah malam yang tampak seperti pesta teh kasual—namun, hanya untuk satu orang. Odette menyaksikan adegan absurd itu sambil bersandar pada pilar. Ketika pelayan memindahkan meja di depan perapian, pelayan wanita membentangkan taplak meja dan menata makanan yang dibawa dengan troli saji.
"Kerja bagus," kata Bastian saat Dora selesai mengatur peralatan makan dan menjauh dari meja.
Setelah mencuci tangan, Bastian dengan santai mengambil tempat dudu
21 Okt 2025


Bastian Chapter 115
"Kau yakin?" tanya Theodora, diselingi tawa singkat.
Kabar itu disampaikan oleh Molly, melalui bibinya, mengenai kebiasaan Bastian saat ini. Sejak kepulangan Bastian, Theodora mengira pria itu akan menceraikan Odette, tetapi kenyataannya tampak sangat berbeda. Rumor mengatakan Bastian menghabiskan setiap menit waktunya luang bersama istrinya, dan karena mereka telah menikah cukup lama, mereka mencoba memiliki anak dan memulai sebuah keluarga.
"Perkataan Molly tampaknya lebih
21 Okt 2025


Bastian Chapter 114
Not terakhir meluncur keluar di solarium, dan Odette menghela napas lega saat mengangkat jarinya dari tuts piano. Meskipun tidak terbiasa seperti dulu, tangannya tidak sekaku yang dikira, tetapi Odette tidak yakin apakah kemampuannya cukup untuk mengambil pekerjaan sebagai guru piano.
Berdiri di depan piano, Odette mulai memeriksa kembali barang-barangnya. Bahkan jika berhasil melarikan diri, akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan, terutama jika ia melakukan kesalahan dan ket
21 Okt 2025


Bastian Chapter 113
Kereta kuda melaju kencang melintasi pusat kota Ratz. Odette menatap pemandangan, hampir tidak mampu memahami detail Boulevard Préve yang melintas di jendela. Pemandangan itu membuat matanya terasa aneh. Odette menoleh untuk melihat Countess Trier di kursi seberangnya.
"Terima kasih, Countess," kata Odette.
Sang Countess melambaikan tangan. "Bukan apa-apa, Sayang. Kau tidak perlu menunjukkan rasa terima kasih."
Dalam perjalanan kembali dari mengunjungi kerabat di Ardenne
15 Okt 2025


Bastian Chapter 112
"Sedang menikmati sensasi penderitaan?" kata Bastian, dengan rokok masih terjepit di bibirnya.
Odette menatapnya dengan mata merah. Mereka telah bergaul seperti binatang yang kawin hampir setiap malam, tetapi ini pertama kalinya mereka benar-benar saling menatap. Setiap malam Odette harus mendengarkan hinaan dan ejekan Bastian, membuatnya merasa menyedihkan dan kecil.
"Jika kau ingin membeku sampai mati, aku sarankan kau berusaha sedikit lebih keras.
15 Okt 2025


Bastian Chapter 111
Odette menatap meja dengan hati yang berat. Di sana, terdapat tumpukan kecil uang kertas, koin, dan barang berharga lainnya. Tumpukan hartanya terlihat menyedihkan, dan ia melihat sekeliling ruangan, putus asa mencari apa pun yang bisa dianggap bernilai.
Odette telah memberikan sebagian besar tabungan dari dua tahun terakhir kepada Tira, dalam upaya untuk mengeluarkan adik perempuannya dari kota dan membawanya ke tempat aman. Sehingga tidak menyisakan banyak untuk rencana pel
7 Okt 2025


Bastian Chapter 110
Pada saat Odette memulihkan akal sehatnya, malam sudah menjelang. Langit dan laut di luar jendela diwarnai cahaya matahari yang memudar. Sebentar lagi, pelayannya akan masuk untuk menanyakan tentang pengaturan makan malam.
Ia tahu ia harus membersihkan diri, tetapi ia tidak punya energi untuk itu. Yang terbaik yang bisa ia lakukan adalah meringkuk di tempat tidur. Saat ia melakukannya, ia merasakan keringat dingin yang telah mengering. Ia melirik pakaiannya yang acak-a
5 Okt 2025


Bastian Chapter 109
Warning: Chapter ini mengandung adengan kekerasan dan pemaksaan. Adik-adik dilarang mendekat !!!
Odette telah melakukan yang terbaik untuk melawan, tetapi pada akhirnya, ia tidak bisa mengatasi kekuatan Bastian. Pria itu merobek gaunnya dari tubuhnya, tidak memberinya kesempatan untuk melawan.
27 Sep 2025


Bastian Chapter 108
Odette tidak ingat bagaimana ia berhasil kembali ke lorong menuju kamar tidur utama. Sensasi kakinya bergerak sendiri membuatnya sedikit bingung. Ia berjalan dengan tangan terkunci di depan, seperti sedang berdoa. Dan saat kesadarannya yang tumpul muncul kembali, di sinilah ia berada.
Bastian pulang jauh lebih cepat dari yang ia duga, hanya untuk berangkat lagi beberapa menit kemudian. Ia menuju istana, tempat ia akan merundingkan pembubaran akhir pernikahan mereka.
Odette
26 Sep 2025


Bastian Chapter 107
"Saya benar-benar minta maaf," Nick Becker terus mengulangi. Odette menenangkannya dengan senyum lembut saat ia meletakkan cangkir tehnya.
"Tidak apa-apa, Tuan Becker, jangan khawatir."
"Saya akan membujuk Tira."
"Semakin kau mencoba, semakin dia akan menolak. Dia anak yang sangat keras kepala." Odette tidak bisa menahan perasaan sedih yang tidak bisa dihapus saat melihat kursi kosong di sebelah Nick.
Pada akhirnya, semuanya berjalan sesuai keinginannya. Keduanya memutusk
25 Sep 2025


Bastian Chapter 106
"Sebaiknya kau jaga martabatmu, Lady Laviere," kata Bastian, menjauhkan Sandrine sejauh satu kaki darinya. Suaranya sedingin es dan napasnya memburu.
Ia merapikan jubahnya, berusaha menyembunyikan gairah yang terus ingin mengintip dari lipatan jubahnya. Sandrine mencoba mendekatinya sekali lagi, tetapi Bastian dengan tegas menjaga jarak. Tatapannya sangat teguh.
"Bastian?" kata Sandrine, menolak untuk menerima penolakan darinya. Tonjolan itu adalah bukti nyata bahwa Bastian
21 Sep 2025


Bastian Chapter 105
"Kurasa sudah waktunya aku pergi," kata Odette dengan tenang di seberang meja kartu.
Bastian melihat melalui kepulan asap cerutu, sementara Sandrine sibuk mengocok kartu untuk permainan berikutnya, juga mendongak dari apa yang ia lakukan. Odette memberikan mereka senyum hangat, seperti nyonya rumah yang ramah.
"Sepertinya aku minum terlalu banyak. Aku minta maaf karena tidak bisa melayanimu, Lady Laviere."
"Tenang saja, aku baik-baik saja. Pikirkan kesehatanmu, kau tidak perl
20 Sep 2025


Bastian Chapter 104
Odette memiliki selera yang sempurna, terlihat dari sentuhan aksen berwarna krem di ruang tamu. Penataan perabotan klasik, yang mungkin terlihat norak di tempat lain, justru meninggalkan kesan hangat pada Sandrine.
"Nyonya telah kembali," kata seorang pelayan, mengumumkan kedatangan nyonya rumah.
"Terima kasih," jawab Sandrine.
Ia duduk di sofa yang cerah, membuat dirinya nyaman. Sandrine mengamati meja resepsi yang dipenuhi minuman untuk para tamu. Ia tidak bisa tidak memper
19 Sep 2025


Bastian Chapter 103
“Apa aku harus melakukannya?” kata Tira ragu-ragu.
Odette yang tadinya menatap keluar jendela, kini berbalik menghadap Tira dan tunangannya. Keduanya membalas tatapan Odette dengan gugup.
“Ya, itu syarat yang akan memungkinkanmu untuk menikah.”
“Kita tidak bisa begitu saja pergi ke luar negeri. Nick juga merasakan hal yang sama.” Tira melirik Nick, mencari dukungan dan kepastian.
Odette menyesap tehnya, lalu dengan tenang berkata, “Apa Tuan Becker tidak bisa bicara sendiri?”
19 Sep 2025
bottom of page